Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Return Saham


Debt to Equity Ratio (DER) mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi seluruh kewajibannya yang ditunjukkan oleh berapa bagian dari modal
sendiri yang digunakan untuk membayar kewajiban atau hutang perusahaan. DER
menunjukkan besarnya imbangan antara beban hutang dibandingkan modal sendiri.
DER juga memberikan jaminan tentang seberapa besar hutang-hutang perusahaan
dijamin oleh modal sendiri. Semakin tinggi DER menunjukkan komposisi total
hutang semakin besar dibandingkan dengan total ekuitasnya, sehingga akan
berdampak terhadap berkurangnya laba bersih yang dinikmati oleh para pemegang
saham, karena sebagian laba yang diperoleh dugunakan untuk membayar beban
atau biaya bunga. Menurunnya laba yang diperoleh oleh pemegang saham akan
berdampak pada menurunnya harga saham, karena harga sa-ham perusahaan
menjadi kurang menarik sehingga Return saham juga akan menurun. Untuk itu
DER secara tidak langsung berpengaruh terhadap Return saham. Artinya jika rasio
hutang perusahaan meningkat, maka akan terjadi penurunan terhadap Return
saham. Begitu pula sebaliknya apabila rasio hutang perusahaan menurun, maka
return saham akan meningkat. Penelitian yang dilakukan oleh Nariati (2018)
mempunyai hasil yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Desy dan
Astohar (2012) yang menyatakan bahwa DER memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap return saham.