Karakteristik Jasa


Produk jasa memiliki empat karakteristik unik yang membedakannya dari
barang dan berdampak pada strategi mengelola dan memasarkannya. Hal ini akan
menjadi pembeda yang sangat jelas dengan produk barang fisik. Keempat
karakteristik tersebut dikemukakan oleh Lovelock dan Gummesson dikutip Fandy
Tjiptono (2016:25) yaitu :

  1. Intangibility
    Jasa bersifat tidak berwujud artinya tidak dapat dicium, dilihat dan diraba. Jasa
    berbeda dengan barang. Bila barang dapat dimiliki maka jasa hanya dapat
    dikonsumsi tapi tidak dapat dimliki (non-ownership). Konsep intangible ini
    sendiri memiliki dua pengertian yaitu:
    a. sesuatu yang tidak dapat disentuh dan tidak dapat dirasakan, dan
    b. sesuatu yang tidak mudah didefiniskan, dirumuskan, atau dipahami secara
    rohania.
  2. Heterogenity/Variability/Inconsistency
    Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan non-standardized output,
    artinya terdapat banyak varasi bentuk, kualitas, dan jenis, tergantung pada siapa,
    kapan, dan dimana jasa tersebut diproduksi. Pengalaman berlibur ke objek
    wisata tertentu (contohnya, Sydney Opera House dan Pantai Kuta) akan
    bervariasi antara kesempatan berbeda. Hal semacam ini terjadi karena jasa
    melibatkan unsur manusia dalam proses produksi dan konsumsinya. Berbeda
    dengan mesin, orang biasanya cenderung tidak bisa diprediksi dan tidak
    konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.
  3. Inseparability
    Barang biasanya diproduksi terlebih dahulu, kemudian dijual, baru dikonsumsi.
    Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan
    dikonsumsi pada waktu dan tempat yang sama. Praktik dokter gigi merupakan
    salah satu contohnya. Dokter gigi tidak dapat memproduksi jasanya tanpa
    kehadiran pasien. Selain hadir secara fisik dan mental, pasien bersangkutan juga
    berperan secara aktual sebagai co-producer dalam proses operasi jasa, dengan
    jalan menjawab pertanyaan-pertanyaan dokter dan menjelaskan gejala sakit.
  4. Perishability
    Perishability berarti bahwa jasa merupakan komoditas yang tidak tahan lama,
    tidak dapat disimpan untuk pemakaian ulang diwaktu datang, dijual kembali,
    atau dikembalikan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni
    akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak bisa disimpan. Kondisi ini
    tidak akan menjadi masalah apabila permintaan bersifat konstan, karena staf
    dan kapasitas penyedia jasa bisa direncanakan untuk memenuhi permintaan.
    Namun sayangnya, permintaan pelanggan terhadap sebagian besar jasa sangat
    fluktuatif dan dipengaruhi faktor musiman (seasonal factors)