Klasifikasi Jasa


Menurut Evans dan Bernam dikutip Fandy Tjiptono (2016:16)
megemukakan bahwa klasifikasi jasa dapat dilakukan berdasarkan tujuh kriteria
yaitu :

  1. Segmen Pasar
    Berdasarkan segmen pasar, jasa dapat dibedakan menjadi jasa yang ditujukan
    pada konsumen akhir (misalnya taksi, asuransi jiwa, katering, jasa tabungan,
    dan pendidikan) dan jasa bagi konsumen organisasional.
  2. Tingkat Keberwujudan
    Kriteria ini berhubungan dengan tingkat keterlibatan produk fisik dengan
    konsumen. Berdasarkan kriteria ini, jasa dapat dibedakan menjadi tiga macam
    yaitu Rented-Goods Services, Owned- Goods Services dan Non- Goods
    Services yaitu:
    a. Rented-Goods Services
    Konsumen menyewa dan menggunakan produk tertentu berdasarkan tarif
    yang disepakati selama jangka waktu spesifik. Konsumen hanya dapat
    menggunakan produk tersebut, karena kepemilikannya tetap di tangan pihak
    perusahaan yang menyewakan. Contoh penyewaan mobil, videogames,
    komputer, villa, dan apartemen.
    b. Owned- Goods Services
    Produk-produk yang dimiliki konsumen direparasi, dikembangkan atau
    ditingkatkan untuk kerjanya, atau diperilahara/dirawat oleh perusahaan jasa.
    Jenis jasa seperti ini juga mencangkup perubahan bentuk pada produk yang
    dimiliki konsumen. Contohnya meliputi jasa reparasi (arloji, mobil, sepeda
    motor, komputer dan lain-lain), pencucian mobil, perawatan rumput padang
    golf, dan sebagainya.
    c. Non- Goods Services
    Karakter khusus pada jenis ini adalah jasa personal bersifat intangible (tidak
    berbentuk produk fisik) ditawarkan kepada para konsumen. Contoh supir,
    dosen, penata rias, baby-sitter, pemandu wisata, penerjemah lisan, dan lain-
    lain.
  3. Keterampilan Penyedia Jasa
    Berdasarakan tingkat keterampilan penyedia jasa, terdapat dua tipe pokok jasa.
    Pertama. Profesional services (seperti dosen, konsultan manajemen,
    pengacara, arsitek, dan lain-lain). Kedua, non-profesional services (seperti
    supir taksi, tukang parkir, pengantar surat, pembantu rumah tangga).
  4. Tujuan Organisasi Jasa
    Berdasarkan tujuan organisasi, jasa dapat diklasifikasikan menjadi commercial
    services atau profit services yang bertujuan untuk mendapatkan laba (misalnya
    jasa penerbangan, bank, penyewaan mobil, biro iklan, dan hotel) dan non-profit
    services jasa yang bertujuan untuk kepentingan sosial (seperti sekolah, yayasan
    dana bantuan, panti asuhan, perpustakaan umum, dan museum).
  5. Regulasi
    Menurut aspek regulasi, jasa dapat dibagi menjadi regulated services (misalnya
    jasa pialang, dan perbankan) dan non-regulated services (seperti katering)
  6. Tingkat Intensitas Karyawan
    Berdasarkan tingkat intensitas karyawan (keterlibatan tenaga kerja), jasa dapat
    dikelompokan menjadi dua macam: equipment-based services (seperti cuci
    mobil otomatis, jasa sambungan telepon, mesin ATM (Anjungan Tarik
    Mandiri) dan people-based services (seperti pelatih sepak bola, satpam,
    akuntan, konsultan hukum, bidan, dan dokter anak).
  7. Tingkat Kontak Penyedia Jasa dan Konsumen
    Berdasarakan tingkat kontak ini, secara umum jasa dapat dikelompokan
    menjadi high-contact services (seperti universitas, bank, dokter, penata rambut,
    dan konsultan bisnis) dan low-contact services (misalnya, bioskop, jasa PLN,
    jasa telekomunikasi, dan jasa layanan pos)