Sifat dan Kategori Pelayanan Jasa


Penawaran suatu perusahaan pada pasar biasanya mencakup beberapa jenis
pelayanan. Komponen pelayanan ini dapat merupakan bagian terkecil atau bagian
utama dari keseluruhan penawaran tersebut. Oleh karena itu, penawaran pelayanan
dari perusahaan dapat dikategorikan menjadi lima (Kotler, 2016):

  1. Barang berwujud murni (pure tangible good).
    Penawaran semata-mata hanya terdiri atas produk fisik. Pada produk ini sama
    sekali tidak melekat jasa pelayanan. Contohnya sabun , pasta gigi, dan lain-
    lain.
  2. Barang berwujud dengan jasa pendukung (tangible good with accompanying
    services).
    Penawaran barang fisik yang disertai jasa untuk meningkatkan daya tarik pada
    konsumennya. Umunya semakin canggih sebuah produk, semakin besar
    kebutuhan untuk jasa pendukung yang berkualitas tinggi yang lebih luas, jasa
    sering menjadi elemen penting. Penjualan akan lebih tergantung pada kualitas
    dan layanan pelanggan yang mendampingi. Contohnya penjual mobil
    memberikan jaminan atau garansi satu tahun gratis service kerusakan.
  3. Jasa campuran (Hybrid)
    Jasa campuran yaitu penawaran barang dan jasa dengan proporsi yang sama.
    Contohnya makanan ditawarkan di restoran disertai pelayanan yang baik.
  4. Jasa pokok disertai barang-barang dan jasa tambahan (major service with
    accompanying minor goods and service)
    Penawaran terdiri atas suatu jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan
    (pelengkap) dan atau barang-barang pendukung. Contohnya penumpang
    pesawat yang membeli jasa angkutan (trasportasi) selama menempuh
    perjalanan ada beberapa produk fisik yang terlibat seperti makanan, koran dan
    lain- lain.
  5. Jasa murni ( pure service )
    Jasa murni merupakan tawaran hanya berupa jasa. Contoh : panti pijat,
    konsultasi psikologis dan lain-lain.