Tahapan Loyalitas


Loyalitas pelangan memiliki tahapan sesuai dengan customer lifetime value
(Tjiptono & Diana, 2015:433), tahapan tersebut sebagai berikut:

  1. Cognitive Loyalty
    Tahap ini menekankan loyalitas pada tahap kognitif atau loyalitas berdasarkan
    kepada keyakinan konsumen terhadap suatu merek. Pengetahuan ini bisa berasal
    dari pengetahuan sebelumnya atau pengalaman yang baru terjadi. Tahap ini
    merupakan tahap loyalitas yang paling dangkal, jika sebuah transaksi dilakukan
    secara rutin dan kepuasan tidak diproses sebagai contoh jasa membersihkan sampah,
    maka kedalaman loyalitas tidak akan menjadi bagian dari pengalaman konsumen.
  2. Affective Loyalty
    Pada tahapan ini kesukaan atau kepuasan konsumen terhadap suatu merek
    berkembang berdasarkan akumulasi menggunakan produk perusahaan, konsumen
    cukup rentan untuk berganti merek atau mencoba produk kompetitor, diketahui
    konsumen yang berganti merek atau produk mengatakan bahwa mereka puas
    dengan merek atau produk sebelumnya. Sehingga perusahaan lebih menginginkan
    konsumen ada pada tahap loyalitas yang lebih dalam.
  3. Conative Loyalty
    Sebagai komitmen untuk membeli kembali spesifik terhadap suatu merek.
    Tahap conative dipengaruhi oleh pengaruh pengalaman positif yang dirasakan oleh
    konsumen setelah berkali-kali menggunakan produk atau merek perusahaan.
  4. Action loyalty
    Merupakan tahap terakhir dari tahap loyalitas, dimana cognitive loyalty fokus
    kepada aspek kinerja dan merek, affective loyalty focus terhadap bagaimana sebuah
    merek disukai oleh konsumen, sedangkan conative loyaly diekspresikan dalam
    komitmen atau niat konsumen untuk membeli kembali suatu merek. Action loyalty
    merupakan sebuah komitmen untuk aksi atau tindakan membeli kembali sebuah
    produk atau merek.