Metode Pengukuran Kepuasan Pelanggan


Ada beberapa metode yang dapat dipergunakan setiap perusahaan untuk
mengukur dan memantau kepuasan pelanggannya dan pelanggan pesaing. Menurut
Kotler, et. al (2013) mengidentifikasi empat metode untuk mengukur kepuasan
pelanggan, yaitu:

  1. Sistem Keluhan dan Saran
    Setiap organisasi yang berorientasi pada pelanggan (customer oriented) perlu
    menyediakan kesempatan dan akses yang mudah dan nyaman bagi para
    pelanggannya guna menyampaikan saran, kritik, pendapat, dan keluhan
    mereka. Media yang digunakan bisa berupa kotak saran yang ditempatkan di
    lokasi-lokasi strategis (yang mudah dijangkau atau sering dilewati pelanggan),
    kartu komentar (yang bisa diisi langsung maupun yang dikirim via pos kepada
    perusahaan), saluran telepon khusus bebas pulsa, website, dan lain-lain.
  2. Ghost Shopping (mystery shopping)
    Memperkejakan beberapa orang ghost shoppers untuk berperan dan berpura-
    pura sebagai pelanggan potensial produk perusahaan dan pesaing merupakan
    salah satu cara memperoleh gambaran kepuasan konsumen. Dengan metode
    ini perusahaan menguji bagaimana cara karyawannya dalam memperlakukan
    para pelanggan dari perusahaan maupun dari pesaing.
  3. Lost Customer Analysis
    Sebisa mungkin perusahaan harus menghubungi para pelanggan yang telah
    berhenti membeli atau yang telah pindah pemasok agar dapat memahami
    mengapa hal itu terjadi dan supaya dapat mengambil kebijakan
    perbaikan/penyempurnaan selanjutnya. Namun bagian sulit dari metode ini
    terkadang mengidentifikasi dan menghubungi mantan pelanggan yang
    bersedia mengevaluasi bahkan memberikan masukan terhadap kinerja
    perusahaan.
  4. Survei Kepuasan Pelanggan
    Melalui berbagai survei, perusahaan akan memperoleh tanggapan dan balikan
    secara langsungdari pelanggan dan juga memberikan kesan positif bahwa
    perusahaan menaruh perhatian terhdap para pelanggan. pengukuran kepuasan
    pelanggan melalui metode ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu
    dengan:
    a. Directly Reported Satisfaction
    Pengukuran dilakukan dengan menggunakan item-item spesifik yang
    menanyakan langsung tingkat kepuasan yang dirasakan pelanggan.
    b. Derived Satisfaction
    Pengukuran dengan tingkat harapan atau ekspektasi pelanggan terhadap
    kinerja produk atau perusahaan pada atribut-atribut relevan dan persepsi
    pelanggan terhadap kinerja actual.
    c. Problem Analysis
    Dalam teknik ini, para responden diminta untuk mengungkapkan masalah-
    masalah yang mereka hadapi berkaitan dengan produk atau jasa perusahaan
    dan saran-saran perbaikan dengan membutuhkan perhatian dan tindak
    lanjut segera