Pengertian keterbukaan diri


Menurut Wheeles dan Grotz (1977:251), keterbukaan diri merupakan
kemampuan seseorang untuk mengungkapkan informasi tentang diri sendiri
kepada orang lain. Apapun jenis informasi yang diungkapkan dan berapapun
banyaknya informasi tersebut tergantung dari tingkat keterbukaan diri seseorang.
Jika orang lain memberikan respon yang baik atas keterbukaan diri seseorang,
maka semakin dalam dan banyak informasi yang diberikan oleh individu tersebut.
Menurut Tubbs & Moss (2000:12) keterbukaan diri adalah memberikan
informasi tentang diri sendiri yang disengaja kepada orang lain. Keterbukaan diri
dapat dilakukan melalui ekspresi wajah, sikap tubuh, pakaian, nada suara, dan
melalui isyarat-isyarat nonverbal lainnya yang tidak terhitung jumlahnya.
Keterbukaan diri merupakan suatu usaha untuk membiarkan keotentikan
memasuki hubungan sosial dan berkaitan dengan kesehatan mental serta
pengembangan konsep diri.
Taylor dkk (2009: 334) mengemukakan bahwa keterbukaan diri adalah
mengungkapkan informasi atau perasaan terdalam kepada orang lain. Pada
keterbukaan diri berlaku norma timbal balik dalam membentuk suatu hubungan
karena keterbukaan diri dapat meningkatkan keakraban dalam suatu hubungan,
dan keakraban tersebut melibatkan pernyataan mengenai informasi tentang diri
yang bersifat positif maupun negatif. Hubungan yang akrab didasarkan pada
tingginya keterbukaan diri dan tujuan keterbukaan diri (Prager dalam Shirley dkk,
2007:292).
Pearson dan Morton (dalam Gainau, 2006:4) mengartikan keterbukaan diri
sebagai tindakan seseorang dalam memberikan informasi yang bersifat pribadi
pada orang lain secara sukarela dan disengaja untuk maksud memberi informasi
yang akurat tentang dirinya. Informasi diri bisa bersifat deskriptif dan evaluatif.
Informasi disebut deskriptif apabila individu melukiskan berbagai fakta mengenai
dirinya sendiri yang belum diketahui orang lain. Misalnya jenis pekerjaan, alamat,
dan usia. Informasi yang bersifat evaluatif berkaitan dengan pendapat atau
perasaan pribadi individu terhadap sesuatu, seperti orang yang disukai atau
dibenci. Dalam hal ini, informasi diri lebih bersifat rahasia karena tidak mungkin
diketahui orang lain, kecuali diberitahukan sendiri oleh individu yang
bersangkutan. Dengan melakukan keterbukaan diri menunjukkan bahwa seorang
individu berusaha untuk mengungkapkan identitas dirinya kepada orang lain
dengan harapan orang lain bisa mengetahui tentang dirinya walaupun individu itu
sendiri juga belum mengetahui secara pasti bagaimana dirinya dan membiarkan
orang lain yang menilainya.
Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat diambil kesimpulan bahwa
keterbukaan diri adalah tindakan dan kemampuan seseorang dalam memberikan
informasi, pikiran dan perasaan yang bersifat pribadi secara sengaja kepada orang
lain agar orang lain dapat mengetahui tentang dirinya dan dapat memberikan
penilaian terhadap dirinya tersebut