Organisasi sekolah dalam kegiatannya adalah untuk memberikan pelayanan pendidikan
kepada masyarakat dalam rangka pencapaian tujuan kegiatan pembelajaran yang
berkualitas. Pencapaian tujuan pembelajaran yang berkualitas tidak akan tercapai tanpa
adanya pengelolaan sumber penerimaan keuangan, pengaturan penggunaan keuangan,
dan pengeluaran keuangan yang sesuai dengan tata kelola keuangan. Kesesuaian
pengelolaan keuangan sekolah harus menunjukan produktivitas dan efisiensi
penggunaannya. Adanya kepedulian pengelola sekolah terhadap pembiayaan sekolah
dan menganggap bahwa biaya sekolah adalah suatu komponen yang sangat penting
dalam rangka meningkatkan pelayanan pendidikan, maka harapan terciptanya sekolah
yang berkualitas akan cepat tercapai seperti pendapat Sudarmanto (2011: 6) sebagai
berikut:
Ketika berbicara tentang pembiayaan pendidikan maka persoalan yang muncul
yaitu bagaimana produktivitas dan efisiensi yang bisa dicapai oleh sekolah
berkaitan penggunan biaya pendidikan itu. Kedua persoalan pokok tersebut
(produktifitas dan efisiensi) merupakan konsep yang sejalan (harmonis) dalam
kaitannya dengan penggunaan atau analisis biaya. Namun demikian hal tersebut
banyak diabaikan dan bahkan ditinggalkan oleh para pengelola dunia pendidikan.
Para pengelola pendidikan dan para pemimpin selalu menganggap bahwa biaya
pendidikan merupakan persoalan yang gampang dan selalu dianggapnya sebagai
suatu komponenyang tidak menentukan terhadap kualitas pendidikan….
36
Manajemen pembiayaan di sekolah terutama berkenaan dengan kiat sekolah dalam
menggali dana, kiat sekolah dalam mengelola dana, pengelolaan keuangan dikaitkan
dengan program tahunan sekolah, cara mengadministrasikan dana sekolah, dan cara
melakukan pengawasan, pengendalian serta pemeriksaan. Inti dari manajemen
keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. Manajemen pembiayaan ,
disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan
pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu diperhatikan
faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber
dari pemerintah, masyarakat, dan sumber-sumber lainya. Pengertian umum kegiatan
manajemen pembiayaan meliputi 3 hal yaitu budgeting, accounting, dan auditing.
- Budgeting (anggaran), istilah yang sering dianggap sebagai pengertian suatu
rencana. Namun dalam bidang pendidikan ada istilah yang sering digunakan yakni
istilah RAPEN (rencana anggaran dan pendapatan belanja negara) dan RAPES
(rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah) Setiap organisasi memerlukan
anggaran untuk menunjang kelancaran kegiatannya. Oleh karena anggaran sifatnya
masih rencana dan menyangkut keperluan orang banyak, maka anggaran baru sah
apabila sudah mendapatkan pengesahan dari atasan yang berwenang. - Accounting (pembukuan) kegiatan kedua dari manajemen pembiayaan adalah
pembukuan atau kegiatan pengurusan keuangan. Pengurusan ini meliputi dua hal
yaitu, pertama pengurusan yang menyangkut kewenangan menentukan kebijakan
menerima atau mengeluarkan uang. Pengurusan ini dikenal dengan istilah
pengurusan ketatausahaan. Pengurusan kedua menyangkut urusan tindak lanjut dari
urusan menerima, menyimpan, dan mengeluarkan uang. Pengurusan ini tidak
menyangkut kewenangan menentukan, tetapi hanya melaksanakan, dan dikenal
dengan istilah bendahara. - Auditing (pemeriksaan), yang dimaksud auditing adalah semua kegiatan yang
menyangkut pertanggungjawaban penerimaan, penyimpanan, dan pembayaran atau
penyerahan uang yang dilakukan bendahara kepada pihak-pihak yang berwenang.
Bagi unit-unit yang ada didalam bagian, mempertanggungjawabkan urusan
keuangan ini kepada BPK masing masing bagian. Auditing ini sangat penting dan
bermanfaat bagi bendahara yang bersangkutan, lembaga yang bersangkutan, bagi
atasan, dan badan pemeriksa keuangan.
Besar atau kecilnya pembiayaan pendidikan setiap tahunnya selalu berubah hal ini
disebabkan oleh banyak faktor yang dikelompokkan dalam faktor internal dan faktor
eksternal. Beberapa faktor yang termasuk faktor internal adalah tujuan pendidikan,
pendekatan yang digunakan, materi yang disajikan, tingkat dan jenis pendidikan.
Sedangkan yang termasuk faktor eksternal adalah berkembangnya demokrasi
pendidikan, kebijaksanaan pemerintah, tuntutan akan pendidikan, dan adanya inflasi
