Tujuan Penilaian Kinerja


Menurut Werther dan Davis dalam Suwatno dan Priansa (2016:197)
mengatakan bahwa penilaian kinerja mempunyai beberapa tujuan dan manfaat
bagi perusahaan dan karyawan yang dinilai antara lain :

  1. Performance Improvement.
    Memungkinkan karyawan dan manajer untuk mengambil
    tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja.
  2. Compensation adjustment.
    Membantu para pengambil keputusan untuk menentukan siapa
    saja yang berhak menerima kenaikan gaji atau sebaliknya.
  3. Placement decision.
    Menentukan promosi, transfer, dan demotion
  4. Training and development needs.
    Mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi
    karyawan agar kinerja mereka lebih optimal.
  5. Carrer planning and development.
    Memandu untuk menetukan jenis karier dan potensi karier dapat
    dicapai.
  6. Staffing Process Deficencies.
    Mempengaruhi prosedur perekrutan karyawan.
  7. International Inaccuracies and Job-Design Errors.
    Membantu menjelaskan apa saja kesalahan yang terjadi dalam
    manajemen sumber daya manusia terutama dibidang informasi
    job-design, dan system informasi manajemen sumber daya
    manusia.
  8. Equal Employement Opportunity.
    Menunjukan bahwa placement decision tidak diskriminatif.
  9. External Chalengges.
    Kadang-kadang kinerja karyawan dipengaruhi oleh faktor-faktor
    eksternal seperti keluarga, keuangan pribadi, kesehatan, dan lain-
    lainnya.
  10. Feedback.
    Memberikan umpan balik bagi urusan kekaryawanan maupun
    bagi karyawan itu sendiri.