Indikator Kinerja


Dalam suatu organisasi, penilaian kinerja merupakan salah
satu faktor terpenting dalam keberhasilan manajemen kinerja. Di
banyak organisasi, tujuan penilaian kinerja adalah untuk
meningkatkan kinerja individu dalam organisasi. Dalam melakukan
evaluasi kinerja, sebaiknya digunakan alat atau teknik pengukuran
yang baik dan benar sesuai dengan kondisi perusahaan atau
organisasi untuk meminimalisir permasalahan negatif karyawan.
Kinerja karyawan dapat dievaluasi secara objektif dan akurat dengan
menggunakan tolok ukur tingkat kinerja. Pengukuran ini berarti
bahwa karyawan mendapatkan kesempatan untuk mengetahui
tingkat kinerja mereka.
Menurut Wibowo (2017:85), ada beberapa indikator kinerja, yaitu:
1) Tujuan
Tujuan merupakan keadaan yang berbeda yang secara
aktif dicari oleh seorang individu atau organisasi untuk dicapai.
Tujuan merupakan sesuatu keadaan yang lebih baik yang ingin
dicapai di masa yang akan datang. Dengan demikian, tujuan
menunjukkan arah mana kinerja harus dilakukan. Untuk
mencapai tujuan, diperlukan kinerja individu, kelompok dan
organisasi.
2) Standar
Standar merupakan suatu ukuran apakah tujuan yang
diinginkan dapat dicapai. Tanpa standar, tidak akan dapat
diketahui kapan suatu tujuan akan tercapai. Kinerja seseorang
dikatakan berhasil apabila mampu mencapai standar yang
ditentukan atau disepakati bersama antara atasan dan bawahan.
3) Umpan Balik
Umpan balik melaporkan kemajuan, baik kualitas
maupun kuantitas, dalam mencapai tujuan yang didefenisikan
oleh standar umpan balik terutama penting ketika
mempertimbangkan “real goals” atau tujuan sebenarnya.
Umpan balik merupakan masukan yang digunakan untuk
mengukur kemajuan kinerja, standar kinerja dan pencapaian
tujuan.
4) Alat atau Sarana
Alat atau sarana merupakan faktor penunjang untuk
mencapai tujuan. Tanpa alat dan sarana, tugas pekerjaan
spesifik tidak dapat dilakukan dan tujuan tidak dapat
diselesaikan sebagaimana seharusnya. Tanpa alat atau sarana
tidak mungkin dapat melakukan pekerjaan.
5) Kompetensi
Kompetensi merupakan persyaratan utama dalam
kinerja. Kompetensi memungkinkan seseorang mewujudkan
tugas yang berkaitan dengan pekerjaan yang diperlukan untuk
mencapai tujuan.
6) Motivasi
Manajer memfasilitasi motivasi kepada karyawan
dengan insentif berupa uang, memberikan pengakuan,
menetapkan tujuan menantang, menetapkan standar terjangkau,
meminta umpan balik, memberikan kebebasan melakukan
pekerjaan termasuk waktu melakukan pekerjaan, menyediakan
sumber daya yang diperlukandan menghapuskan tindakan yang
mengakibatkan disintesif.
7) Peluang
Pekerja perlu mendapatkan kesempatan untuk
menunjukkan prestasi kerjanya. Tugas mendapatkan prioritas
lebih tinggi, mendapat perhatian lebih banyak, dan mengambil
waktu yang tersedia.
Pendapat lain Zeithaml dalam Sudarmanto (2015:14),
mengemukakanukuran kinerja dalam dimensi kualitas, sebagai
berikut:
1) Kehandalan
Mencakup konsistensi kinerja dan kehandalan dalam
pelayanan; akurat, benar dan tepat.
2) Daya Tanggap
Keinginan dan kesiapan para pegawai dalam menyediakan
pelayanan dengan tepat waktu.
3) Kompetensi
Keahlian dan pengetahuan dalam memberikan pelayanan.
4) Akses
Pelayanan yang mudah diakses oleh pengguna layanan
5) Kesopanan
Mencakup kesopansantunan, rasa hormat, perhatian dan
bersahabat dengan pengguna layanan.
6) Komunikasi
Kemampuan menjelaskan dan menginformasikan
pelayanan kepada pengguna layanan dengan baik dan dapat
dipahami dengan mudah.
7) Kejujuran
Mencakup kejujuran dan dapat dipercaya dalam
memberikan layanan kepada pelanggan.
8) Keamanan
Mencakup bebas dari bahaya, keamanan secara fisik,
risiko, aman secara finansial.
9) Pengetahuan Terhadap Pelanggan
Berusaha mengetahui kebutuhan pelanggan, belajar dari
persyaratanpersyaratan khusus pelanggan.
10) Bukti Langsung
Meliputi fasilitas fisik, penampilan pegawai, peralatan, dan
perlengkapan pelayanan, fasilitas pelayanan.
Adapun menurut Miner dalam Edison (2017:192), Untuk
mencapai atau menilai kinerja, ada dimensi yang menjadi tolak ukur
yaitu:

  1. Kualitas, yaitu tingkat kesalahan, kerusakan, kecermatan.
  2. Kuantitas, yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan.
  3. Penggunaan waktu dalam kerja, yaitu tingkat ketidakhadiran,
    keterlambatan, waktu kerja yang efektif/jam kerja hilang.
  4. Kerja sama dengan orang lain dalam bekerja