Menurut Davis dalam Mangkunegara (2017:67) adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah sebagai
berikut:
- Faktor Kemampuan (ability)
Kemampuan (ability) pegawai terdiri dari kemampuan potensi
(IQ) dan kemampuan reality (knowledge skill). Artinya, pegawai
yang memiliki IQ di atas rata-rata dengan pendidikan yang memadai
untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan
seharihari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang
diharapkan dan sebenarnya perusahaan atau organisasi memang
sangat membutuhkan orang-orang yang memiliki IQ di atas rata-
rata. Oleh karena itu, pegawai perlu ditempatkan padapekerjaan
yang sesuai dengan keahliannya. - Faktor Motivasi (motivation).”
Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai
dalam menghadapi situasi (situation) kerja. Motivasi merupakan
kondisi yang menggerakkan diri pegawai yang terarah untuk
mencapai tujuan organisasi (tujuan kerja). Sikap mental merupakan
kondisi mental yang mendorong diri pegawai untuk berusaha
mencapai pretasi kerja secara maksimal.
Amstrong dan Baron dalam Wibowo (2017:84) mengatakan
beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja: - Personal Factors, ditunjukkan oleh tingkat keterampilan,
kompetensi yang dimiliki, motivasi dan komitmen individu. - Leadership Factor, ditentukan oleh kualitas dorongan,
bimbingan, dan dukungan yang dilakukan manajer dan team leader. - Team Factors, ditunjukkan oleh kualitas dukungan yang
diberikan oleh rekan sekerja. - System Factor, ditunjukkan oleh adanya sistem kerja dan
fasilitas yang diberikan organisasi. - Contextual Situational, ditunjukkan oleh tingginya tingkat
tekanan dan perubahan lingkungan internal dan eksternal.
Menurut Kasmir (2016:189), adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi kinerja baik hasil maupun perilaku kerja adalah
sebagai berikut : - Kemampuan dan keahlian
- Pengetahuan
- Rancangan kerja
- Kepribadian
- Motivasi kerja
- Kepemimpinan
- Gaya kepemimpinan
- Budaya organisasi
- Kepuasan kerja
- Lingkungan kerja
- Loyalitas
- Komitmen
- Displin kerja
