Pengembangan karir pada dasarnya berorientasi pada
pengembangan organisasi/perusahaan, menjawab permasalahan
bisnis di masa depan. Setiap organisasi/perusahaan harus menerima
kenyataan bahwa masa depannya tergantung pada sumber daya
manusia (Nawawi, 2006:98). Tanpa tenaga kerja yang kompetitif,
suatu organisasi akan mengalami kemunduran dan akhirnya
tertinggal karena tidak mampu menghadapi para pesaingnya.
Kondisi demikian menuntut organisasi/perusahaan untuk
mengembangkan karir karyawannya, yang harus dilakukan secara
terencana dan berkesinambungan.
Sadili Samsudin (2006:133) mendefinisikan pengembangan
karir sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan teknis,
teoritis, konseptual dan moral pegawai sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan/jabatan melalui pelatihan. Pengembangan karier adalah
serangkaian aktivitas yang mengarah pada penjajagan, dan
pemantapan karir seseorang untuk mempemudah pencapaian tujuan
karir di masa akan dating. (Wilson Bangun,2018)
Menurut (Kaseger,2013) pengembangan karir adalah suatu
ancangan secara normal yang dapat digunakan perusahaan untuk
dapat mengurus karyawan-karyawan yang ada dalam perusahaan
yang memiliki kualifikasi diri, kemampuan, dan pengalaman yang
sesuai saat dibutuhkan oleh perusahaan. Pengembangan karir
merupakan pendekatan formal yang dilakukan organisasi untuk
menjamin orang-orang dalam organisasi mempunyai kualifikasi,
kemampuan, dan pengalaman yang cocok ketika dibutuhkan
(Regina, 2013).
