Pada umumnya tujuan dari seluruh program pengembangan
karir adalah untuk menyesuaikan antara kebutuhan dan tujuan
karyawan dengan kesempatan karir yang tersedia di perusahaan saat
ini dan di masa yang akan datang. Adapun tujuan pengembangan
karir menurut Andrew J. Dubrin (dalam Mangkunegara, 2001)
adalah sebagai berikut:
1) Membantu dalam pencapaian tujuan individu dan perusahaan.
Pengembangan karier membantu pencapaian tujuan
perusahaan dan tujuan individu.
2) Menunjukan hubungan kesejahteraan pegawai.
Perusahaan merencanakan karier pegawai dengan
meningkatkan kesejahteraan pegawaai agar pegawai lebih tinggi
loyalitasnya.
3) Membantu pegawai menyadari kemampuan potensi mereka.
Pengembangan karier membantu menyadarkan pegawaianya
akan kemampuannya untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai
dengan potensi dan keahlianya.
4) Memperkuat hubungan antara pegawai dan perusahaan.
Pengembangan karier akan memperkuat hubuungan dan
sikap pegawainya terhadap perusahaannya.
5) Membuktikan tanggung jawab sosial.
Pengembangan karier suatu cara menciptakan iklim-iklim
kerja yang positif dan pegawai-pegawai menjadi lebihg bermental
sehat.
6) Membantu memperkuat pelaksanaan program-program
perusahaan.
Pengembangan karier membantu progrsm-progrsm
perusahaan lainnya agar tujuan perusahaan tercapai.
7) Mengurangi turnover dan biaya kepegawaian.
Pengembangan karier dapat menjadikan turnover rendah dan
begitu pula biaya kepegawaian menjadi lebih efektif.
8) Mengurangi keusangan profesi dan manajerial.
Pengembangan karier dapat menghindarkan dari keusangan
dan kebosanan profesi dan manajerial.
9) Menggiatkan analisis dari keseluruhan pegawai.
Perencanaan karier dimaksudkan mengintegrasikan
perencanaan kerja dan kepegawaian.
10) Menggiatkan suatu pemikiran (pandangan) jarak waktu yang
panjang.
Pengembangan karier berhubungan dengan jarak waktu
yang panjang. Hal ini karena penempatan suatu posisi jabatan
memerlukan persyaratan dan kualifikasi yang sesuai dengan
porsinya
