Indikator-Indikator Pelatihan


Pelatihan adalah solusi terbaik, sehingga program tergantung
pada manajemen manajer. Pelatihan yang memadai bagi staf untuk
mengawasi. Pelatihan yang berbeda menghasilkan penggunaan
metode pelatihan, dapat diketahui bahwa tujuan pelatihan adalah
untuk mengarahkan perubahan etos kerja, keterampilan kerja dan
sikap individu dalam perusahaan agar menjadi lebih seimbang
dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya yang berarti
bahwa setiap karyawan membutuhkan pelatihan untuk
meningkatkan diri. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelatihan
antara lain peserta, pelatih/instruktur, fasilitas pelatihan, kurikulum,
dan dana pelatihan (Hasibuan, 2010:75). Menurut Rivai (2009:324),
indikator pelatihan antara lain :
1) Materi pelatihan Dengan mengetahui kebutuhan akan
pelatihan, sebagai hasil dari langkah pertama dapat ditentukan
materi pelatihan yang harus diberikan.
2) Metode pelatihan Sesuai dengan materi pelatihan yang
diberikan, maka ditentukanlah metode atau cara penyajian
yang paling tepat. Penentuan atau pemilihan metode pelatihan
tersebut didasarkan atas materi yang akan disajikan.
3) Pelatih (instruktur) Pelatih harus didasarkan pada keahlian dan
kemampuannya untuk mentransformasikan keahlian tersebut
pada peserta pelatihan.
4) Peserta pelatihan Agar program pelatihan dapat mencapai
sasaran hendaknya para peserta dipilih yang benar-benar “siap
dilatih” artinya mereka tenaga kerja yang diikutsertakan dalam
pelatihan adalah mereka yang secara mental telah
dipersiapkan untuk mengikuti program tersebut. Pada langkah
ini harus selalu di jaga agar pelaksanaan kegiatan pelatihan
benar-benar mengikuti program yang telah ditetapkan.
5) Sarana pelatihan Semua fasilitas yang dibutuhkan untuk
mendukung berlangsungnya pelatihan seperti gudang atau
ruangan, alat tulis kantor, alat peraga, konsumsi, dukungan
keuangan, dan sebagainya, hendaknya dipersiapkan secara
teliti.
Menurut Andrew E. Sikula dalam Mangkunegara (2017:47)
Indikator – Indikator Pelatihan yaitu:

  1. Pendidikan
    Pendidikan adalah usaha untuk menyiapkan peserta didik melalui
    kegiatan bimbingan pengajaran dan latihan bagi perannya dimasa yang
    akan datang.
  2. Prosedur Sistematis
    Prosedur Sistematis adalah cara kerja (menjalankan) dengan cara
    yang teratur dan sebaik mungkin.
  3. Keterampilan teknis
    Keterampilan Teknis adalah kecakapan untuk
    menyelesaikan tugas secara teknik (pengetahuan dan kepanduan
    membuat sesuatu yang berkenaan dengan keterampilan).
  4. Mempelajari pengetahuan.
    Mempelajari ilmu (pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun
    secara bersistem menurut metode – metode tertentu)
  5. Mengutamakan praktek dari pada teori.
    Mengutamakan paraktek daripada teori cara melakukan apa
    yang tersebut dalam pendapat yang dikemukakansebagai suatu
    keterangan mengenai suatu pristiwa