Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelatihan


Faktor pendukung keberhasilan memerlukan materi yang
disusun mulai dari penilaian kebutuhan tujuan pendidikan,
pengajaran keterampilan khusus, penyajian informasi yang
diperlukan. Menurut Veithzal Rivai (201 :173) ada beberapa faktor
yang mempengaruhi dalam pelaksanaan pelatihan yaitu instruktur,
peserta, materi (materi), metode, tujuan pelatihan dan lingkungan
pendukung. Metode pelatihan terbaik bergantung pada beberapa
faktor. Faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan selama
pelatihan:

  1. Cost-Efectiveness atau Efektivitas biaya.
  2. Materi program yang dibutuhkan.
  3. Prinsip – prinsip pembelajaran.
  4. Ketepatan dan kesesuaian fasilitas.
  5. Kemampuan dan preferensi pelatihan.
  6. Kemampuan dan preferensi instruktur pelatihan.
    Sedangkan menurut Marwansyah (2016:156), Faktor –
    faktor yang mempengaruhi pelatihan sumber daya manusia:
  7. Dukungan manajemen puncak.
    Program pelatihan harus mendapat dukungan penuh dari
    administrasi pusat organisasi. Dukungan ini harus tulus dan harus
    dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi. Selain itu, dukungan
    ini harus dilaksanakan dengan dana yang cukup untuk pelatihan
    kerja dan pengembangan sumber daya manusia.
  8. Komitmen para spesialis dan generalis dalam pengelolaan
    Sumber Daya Manusia
    Memerlukan komitmen dan partisipasi yang kuat dalam
    manajemen SDM dari anggota CEO dan sebaiknya dari anggota
    manajer ahli pelatihan dan pengembangan SDM.
  9. Perkembangan Teknologi.
    Kemajuan teknologi tidak hanya mempengaruhi identifikasi
    dan pengembangan kebutuhan peralatan, tetapi juga pemilihan dan
    pengembangan metode pelatihan. .
  10. Kompleksitas organisasi.
    Karyawan yang berhasil harus meningkatkan atau
    memperbaharui keterampilan dan sikapnya, mampu beradaptasi dan
    menerima perubahan.
  11. Gaya belajar.
    Gaya belajar dapat mempengaruhi keberhasilan program
    pengembangan dan pelatihan tenaga kerja. Ketika kami mengatakan
    bahwa seseorang telah belajar, kami tidak mengatakan bahwa
    perubahan itu bersifat sementara atau sementara. Seseorang
    dianggap telah belajar bila telah terjadi perubahan tingkah laku yang
    tetap atau permanen