Setiap perusahaan yang menyelenggarakan pelatihan pasti
membutuhkan metode yang tepat dan tepat agar karyawan peserta
pelatihan dapat dengan mudah mengadopsi dan mengelola pelatihan
tersebut. Tujuan dari program pelatihan ini adalah untuk
meningkatkan efisiensi kerja, efisiensi kerja dan mengurangi
perputaran karyawan untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik.
Ada berbagai macam metode yang dapat digunakan untuk
pelatihan dan pada dasarnya dapat dikelompokan kedalam dua
kelompok besar, yaitu one the job training dan off the job training.
(Efendi 2005)
- Metode Pekerjaan (On The Job Training)
Metode On The Job Training (OJT) adalah pelatihan dimana
Anda mempelajari bidang pekerjaan dengan cara melakukannya.
Metode ini memiliki kelebihan. Karena cukup fleksibel baik dari
segi lokasi maupun situasi organisasi. Bentuknya juga dapat diubah
sesuai dengan kebutuhan dan berhubungan langsung dengan
pekerjaan karyawan. Menurut beberapa bentuk pelatihan OJT,
antara lain:
a) Job instruction training (Pelatihan Instruksi)
Pelatihan dimana seseorang bertindak sebagai pelatih untuk
mengintruksikan bagaimana melakukan pekerjaan tertentu
dalam proses kerja.
b) Coaching (Pelatihan)
Teknik pelatihan yang dilakukan ditempat kerja oleh atasan
dengan membimbing peserta melakukan pekerjaan secara
informal melakukan pekerjaan secara informal dan biasanya
tidak terencana.
c) Job rotation (Rotasi Pekerjaan)
Program pelatihan yang direncanakan secara formal dengan
cara menugaskan pegawai pada beberapa pekerjaan yang
berbeda dan dalam bagian yang berbeda dengan organisasi
untuk menambah pengetahuan mengenai pekerjaan dalam
organisasi. - Metode diluar kerja (Off The Job Training)
Menurut (Affandi, 2018) Metode Off The Job Training ini
adalah pelatihan yang dilakukan diluar tempat kerja dengan
menggunakan beberapa simulasi dan contoh sesuai situasi
pekerjaanya, baik menggunakan materi, alat peraga, dan lain
sebagainya. Beberapa bentuk pelatihan Off The Job Training antara
lain:
a) Metode Kuliah (Lecture)
Metode ini sama halnya dengan ceramah melalui
teknologi presentasi atau menguliahi seorang supervisor atau
instruktur kepada sekelompok karyawan dalam pelatihan.
Komunikasi dua arah mengikuti. Hal ini untuk memberikan
gambaran tentang informasi umum dan memberikan waktu
kepada peserta untuk berpartisipasi aktif dalam pelatihan.
b) Metode Presentasi dengan Video
Metode ini menggunakan media video atau televisi
sebagai media untuk menyajikan informasi atau cara
melakukan tugas pekerjaan. Tujuannya adalah untuk
memberikan pemahaman kepada karyawan agar dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar.
c) Metode Balai (Vestbule)
Metode ini dilakukan di tempat yang sesuai dengan
pekerjaan sebenarnya dan dilengkapi dengan peralatan yang
sama. Ini untuk memberi karyawan waktu untuk memahami
dan beradaptasi dengan pekerjaan mereka.
d) Metode Bermain Peran (Role Playing)
Metode ini menggunakan sistem simulasi dimana
semua peserta menentukan posisi atau posisi tertentu untuk
bertindak dalam situasi tertentu, mereka bisa menjadi
pelanggan, karyawan dan juga manajer. Ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman tentang situasi di bidang membaca,
pola komunikasi dan interaksi satu sama lain dalam kehidupan
profesional.
e) Metode Studi Kasus
Metode ini diterapkan dengan memberikan karyawan
satu atau lebih kasus manajemen untuk dipecahkan dan
didiskusikan dalam kelompok di mana tim dan tim lainnya
harus berinteraksi satu sama lain. Hal ini bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan analitis dan strategi pemecahan
karyawan individu dan kelompok.
f) Metode Pembelajaran Sendiri (Self Study)
Metode ini dilaksanakan dengan menggunakan
teknik belajar mandiri partisipatif dimana peserta harus aktif
melalui bacaan, materi, video, kaset, dan lainnya. Ini karena
biaya perusahaan saham gabungan dan frekuensi pertemuan
yang dipengaruhi oleh jarak dan keadaan.
g) Metode Pembelajaran
Metode ini sama dengan belajar mandiri, namun dari
belajar ini peserta harus menyiapkan rangkaian tanya jawab
berdasarkan materi yang dipelajarinya untuk dikirimkan kepada
guru atau pengajar untuk umpan balik pada pertemuan
berikutnya.
Sedangkan menurut Siagian dikutip Triasmoko et al (2014),
berikut ini adalah berbagi teknik melatih yang sudah umum dikenal
dan digunakan dewasa ini adalah: - On The Job Training, antara lain seperti:
a. Pelatihan dalam jabatan.
b. Rotasi pekerjaan.
c. Sistem Metode magang - Metode Off The Job Training, antara lain seperti:
a. Sistem Ceramah.
b. Pelatihan Vestibul.
c. Role –Playing.
d. Studi Kasus.
e. Pelatihan Laboraturium.
f. Belajar Sendiri
Menurut penjelasan teknik pelatihan, maka dibagi menjadi
dua yaitu pelatihan di tempat kerja dan pelatihan. Namun dalam hal
on the job training biasanya dilakukan oleh internal perusahaan, dan
untuk off the job training perusahaan menyelenggarakan di luar
lokasi kerja atau di luar kantor selama jangka waktu tertentu. Semua
metode pelatihan ini dapat menggunakan alat bantu visual dan alat
bantu lainnya. Metode pelatihan tidak hanya belajar diskusi,
ceramah, tetapi banyak cara seperti bermain/permainan, studi kasus
dan simulasi. Pelatihan harus didasarkan pada kebutuhan, pekerjaan
tergantung pada beberapa faktor yaitu waktu, biaya, jumlah peserta,
tingkat pendidikan dasar peserta, latar belakang peserta
