Keharusan untuk mengadakan Penilaian kinerja secara berkala, dan teliti
merupakan beban bagi penyelia (penilai) karena menyangkut kepuasan
pegawai, keadaan ini lebih jauh akan menuntut penyelia yang baik agar dapat
menghasilkan Penilaian kinerja yang adil untuk semua pegawai. Sehingga
pelaksanaan Penilaian kinerja dapat berjalan efektif dan efisien serta mencapai
sasaran yang diinginkan sebuah organisasi.
Manullang (2001 : 73-80) mengemukakan bahwa metode-metode
Penilaian kinerja yang melingkupi :
a. Metode Pemangkatan (rangking)
b. Perbandingan berpasangan.
c. Perbandingan orang dengan orang.
d. Metode pemberian predikat.
e. Skala grafik.
f. Daftar prilaku check list)
g. Pemilihan wajib.
h. Insiden kritis.
i. Evaluasi deskriptif.
j. Manajemen berdasarkan sasaran (MBS).
k. Skala penilaian yang didukung dengan prilaku.
Menurut Nasution (2000 : 100) pelaksanaan Penilaian kinerja ini dapat
memiliki beberapa metode yang ada, yaitu :
a. Penetapan peringkat (rangking methode)
b. Perbandingan antara pegawai (employee comparison)
c. Skala grafik (graphic scale method).
d. Cecklis yang dibobot (weighted checlist).
e. Cerita yang menjelaskan (description essays)
Secara satu persatu point-point di atas dapat dijelaskan :
ad.a. Penetapan pengkat (rangking method)
Bentuk Penilaian kinerja ini sangat sederhana, yaitu membandingkan
sesama pegawai dalam satu unit kerja. Hasil perbandingan yang akan diperoleh
dengan metode ini adalah penyusunan peringkat pegawai secara sederhana.
Dalam penyusunan peringkat ini sebuah organisasi mempunyai kriteria/unsur
tertentu, seperti kualitas pekerjaan, kuantitas pekerjaan, disiplin, pengetahuan
tentang pekerjaan. Dengan peringkat inilah organisasi akan dapat menentukan
pegawai yang punya prestasi kerja yang baik, sehingga akan dapat ditentukan
promosi atau kenaikan gaji bagi pegawai yang punya prestasi tersebut.
ad.b. Perbandingan antara pegawai (employee comparisan)
Metode ini dilakukan dengan membandingkan seorang pegawai yang
mempunyai nilai prestasi kerja yang baik/sangat baik, terhadap seluruh pegawai
yang ada dalam instansi atau unit kerja. Dengan adanya seorang pegawai
sebagai pembanding prestasi kerja ini, pegawai yang lain tinggal dicocokkan
prestasi kerja terhadap pegawai yang mempunyai prestasi yang sangat baik
itu.yang lain tinggal dicocokkan prestasi kerja terhadap pegawai yang
mempunyai prestasi yang sangat baik itu.
ad.c. Skala grafik (graphic scale method)
Merupakan suatu metode Penilaian kinerja yang paling umum
digunakan, metode ini hampir sama dengan metode Penilaian kinerja
perbandingan antara pegawai. Dalam metode penilaian ini digunakan unsur-
unsur penilaian yang jelas batasnya, bukan menggunakan pembanding seorang
pegawai yang berprestasi baik dengan pegawai lainnya. Ini perbedaan yang
mendasar kedua metode ini.
ad.d. Cecklis yang dibobot (weighted checklist)
Penilaian kinerja dengan metode ini terdiri dari sejumlah pertanyaan
yang menjelaskan aneka ragam, prilaku pegawai dalam melakukan suatu
pekerjaan. Setiap unsur mempunyai bobot atau nilai yang diberikan pada unsur
tersebut. Penilaian bagi setiap pegawai dilakukan dengan memberikan tanda
cek untuk setiap unsur penilaian ini, yang dapat menjelaskan perilaku maupun
hasil kerjanya.
ad.e. Cerita yang menjelaskan (description essay)
Metode ini untuk Penilaian kinerja yang mengharuskan penilaian
menguraikan pokok-pokok (unsur-unsur) kekuatan pegawai dalam melakukan
pekerjaannya, kelemahan-kelemahan dalam melaksanakan pekerjaan. Kadang
banyak penilaian ini hanya mengharuskan penilai untuk menjelaskan secara
rinci tentang pekerjaan yang dilakukan pegawai. Ada juga perusahaan
memberikan kebebasan pada penilai untuk melakukan penilaian unsur apa yang
cocok menurutnya. Sehingga dalam bentuk penilaian prestasi akan sangat
berbeda sekali dalam setiap perusahaan, bila dibandingkan dengan metode
lainnya.
Apabila diperbandingkan kedua pendapat diatas maka Manullang
menjelaskan lebih kompleks daripada Nasution. Ada hal-hal yang menurut
Manullang merupakan metode dalam Penilaian kinerja, sedangkan Nasution
menjelaskan lebih sederhana dengan menggabungkan antara dua metode ke
dalam satu metode. Dan hal ini menurut penulis dapat saja dilakukan karena
masing-masing sarjana memiliki kriteria dalam menentukan penguraian
mengenai metode Penilaian kinerja
