Ciri-ciri lansia (skripsi dan tesis)

Menurut Mubin dan Cahyadi (2006), fase lanjut usia ditandai
dengan perubahan-perubahan sebagai berikut :
a. Perubahan yang bersifat fisik :
1) Kekuatan fisik & motorik yang sangat kurang, terkadang ada
sebagian fungsi organ tubuhnya tidak dapat dipertahankan lagi.
2) Kesehatan sangat menurun sehingga sering sakit-sakitan.
b.Perubahan yang bersifat psikis :
1) Munculnya rasa kesepian, yang mungkin disebabkan karena putra
atau putrinya sudah besar dan berkeluarga,sehingga tidak tinggal
serumah lagi. Lansia biasanya suka memelihara cucu-cucu untuk
mengatasi rasa kesepian tersebut.
2) Berkurangnya kontak sosial dan tugas-tugas sosial akibat kondisi
fisik yang menurun.
3) Lekas merasa jenuh dan kadang-kadang menjadi cerewet.
4) Mengalami penurunan dalam hal ingatan, penglihatan atau
pendengaran dan kadang-kadang dapat menjadi pikun.
5) Suka bercerita atau bernostalgia tentang kehebatannya di masa
lampau.
6) Kehidupan keagamaan sangat baik, terutama dalam hal beribadah
dan beramal, karena dari segi usia rata-rata lansia sudah mendekati
kematian yang pasti datang menjemputnya. Lansia atau Masa
dewasa akhir jugaditandai dengan berbagai tantangan. Tantangan
ini termasuk penyesuaian pada masa pensiun, menyesuaikan diri
dengan perubahan dalam jaringan dukungan sosial, mengatasi
masalah kesehatan dan menghadapi kematian (Wayne & Llyod,
2006). Selain menghadapi kematian diri sendiri, lansia juga
kemungkinan menghadapi kematian pasangan, saudara kandung,
teman dan individu lain yang penting dalam hidupnya (Corr, Nabe
& Corr, 2003).
Menurut Erikson (dalam Haditono, 2004), tantangan dalam tahap
akhir perkembangan manusia adalah mencapai integritas ego. Individu yang
mencapai integritas (integrity) mampu untuk melihat masa lalu dengan
perasaan puas, menemukan makna dan tujuan hidup, sebaliknya
keputusasaan (despair) adalah kecenderungan untuk tinggal dalam
kesalahan masa lalu, meratapi pilihan yang tidak diambil dan merenung
tentang kematian yang semakin dekat dengan kepahitan. Erikson
menekankan bahwa lebih baik menghadapi masa depan dengan penerimaan
daripada tenggelam dalam penyesalan dan kesedihan.
Hasil yang diharapkan pada usia ini adalah pemenuhan dan
kepuasan hidup dan kesediaan untuk menghadapi kematian (Wayne &
Llyod, 2006). Tujuan tugas perkembangan lansia adalah menyelesaikan
konflik pada masa lalu & meraih makna hidup yang baru, baiksebagai
penerimaan akan masa lalu lansia maupun sebagai persiapan untuk
menghadapi kematian. Jika proses ini berhasil, hasilnya adalah integritas
(Integrity) dan kebijaksanaan (Wisdom) (Erickson & Erickson dalam Corr,
Nabe & Corr, 2003). Jika tidak berhasil, maka lansia akan merasa tidak puas
dengan hal yang telah dilakukan dalam hidupnya (Corr, Nabe & Corr,
2003).
Erickson (dalam Haditono, 2004) memandang bahwa lansia mencoba
untuk menemukan makna dalam hidup yang akan membantu lansia untuk
menghadapi kematian yang tidak dapat dielakkan. Ahli gerontologi Robert
Butler mengatakan bahwa lansia terlibat dalam proses yang disebut
meninjau kehidupan atau life review dimana lansia merefleksikan konflik
yang tidak dapat diselesaikan pada masa lalu untuk mendapatkan makna
bagi diri sendiri, menemukan makna hidup yang baru dan sesuai serta
mempersiapkan diri untuk kematian (Sigelman & Rider, 2003). Integritas
mengarah pada kemampuan untuk melihat kembali kehidupan seseorang
dan melihatnya sebagai hal yang memuaskan dan bermakna. Kemampuan
melihat hidup sebagai sesuatu yang memuaskan dan bermakna mengarah
pada penerimaan kematian. Individu yang putus asa (despair) memandang
hidup sebagai hal yang tidak memuaskan, mengalami penyesalan yang
besar, menghindari perubahan serta mengalami ketakutan akan kematian
(Lemme, 1995). Integritas sebagaimana yang digunkan dalam teori Erickson
merupakan kemampuan untuk menerima kenyataan hidup dan menghadapi
kematian tanpa rasa takut (Newman & Newman, 2006).
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri
lansia yang akan diambil oleh peneliti berdasarkan ciri-ciri menurut Mubin
dan Cahyadi (2006), meliputi yaitu perubahan yang bersifat fisik dan
perubahan yang bersifat psikis.