Menurut Schneiders (dalam Ali dkk, 2009) faktor-faktor yang
mempengaruhi penyesuaian diri adalah:
a. Kondisi fisik
Kondisi fisik individu adalah faktor yang sangat mempengaruhi penyesuaian
diri seorang individu yaitu hereditas dan konstitusi fisik, sistem utama tubuh,
dan kesehatan fisik.
b. Kepribadian
Pada setiap tahap perkembangan kepribadian memiliki unsure penting dalam
penyesuaian diri yaitu kemauan dan kemampuan untuk berubah, pengaturan
diri, realisasi diri, dan kecerdasan. Bukan hanya proses pembelajarannya saja
namun kepribadian individu juga penting dalam membantu proses penyesuaian diri individu.
c. Edukasi/pendidikan
Mental sehat merupakan sebuah syarat dalam mencapai penyesuaian diri yang baik, tetapi jika memiliki unsur penting dalam pendidikan yaitu belajar,
pengalaman, latihan dan determinasi diri, akan memberikan respon yang baik
dalam penyesuaian diri individu.
d. Lingkungan
Keadaan lingkungan yang baik, damai, tentram, aman, penuh penerimaan dan
pengertian, serta mampu memberikan perlindungan kepada anggotanya
merupakan lingkungan yang akan memperlancar proses penyesuaian diri
individu. Unsur penting yang dapat mempengaruhi yaitu lingkungan sekolah,
rumah maupun keluarga, semua memiliki peran yang sangat penting.
e. Agama dan budaya
Agama yang memiliki kaitan yang erat dengan budaya, memiliki pengaruh
yang baik dalam penyesuaian diri individu. Agama yang memberikan nilai,
keyakinan dan makna yang mendalam, kestabilan dan keseimbangan dalam
hidup.Serta budaya yang diwariskan kepada individu melalui berbagai media
dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Menurut Ghufron dkk (2014) secara garis besar faktor yang mempengaruhi
penyesuaian diri dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Faktor internal yang berasal dari diri individu yang meliputi: kondisi jasmani,
psikologis, kebutuhan, kematangan intelektual, emosional, mental, dan
motivasi.
b. Faktor eksternal yaitu dari lingkungan yang meliputi:lingkungan rumah,
lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Menurut Fatimah (2006). Faktor yang mempengaruhi penyesuian diri terdiri
dari faktor internal maupun faktor eksternal, faktor-faktor itu dapat dikelompokkan sebagai berikut:
a. Faktor fisiologis
Kesehatan dan penyakit jasmaniah berpengaruh terhadap penyesuaian diri.
Kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat dicapai dalam kondisi
kesehatan jasmaniah yang baik pula. Gangguan penyakit yang kronis dapat
menimbulkan kurangnya kepercayaan diri, perasaan rendah diri, rasa
ketergantungan, perasaan ingin dikasihi dan sebagainya.
b. Faktor psikologis
Banyak faktor psikologis yang mempengaruhi kemampuan penyesuaian diri
seperti pengalaman, hasil belajar, kebutuhan-kebutuhan, aktualisasi diri,
frustrasi, depresi dan sebagainya.
c. Faktor perkembangan dan kematangan
Dalam proses perkembangan, respon berkembang dari respon yang bersifat
instinktif menjadi respon yang bersifat hasil belajar dan pengalaman.
Bertambahnya usia, perubahan dan perkembangan respon, tidak hanya
diperoleh melalui proses belajar, tetapi juga perbuatan individu telah matang
untuk melakukan respon dan ini menentukan pola penyesuaian dirinya.
d. Faktor lingkungan
Beberapa faktor lingkungan yang dianggap dapat menciptakan penyesuaian diri yang cukup sehat bagi remaja adalah sebagai berikut:
1) Lingkungan keluarga yang harmonis yaitu lingkungan keluarga yang di
dalamnya terdapat cinta kasih, respek, toleransi, rasa aman, dan kehangatan,
seorang anak akan dapat melakukan penyesuaian diri secara sehat dan baik.
Di lingkungan keluarga juga merupakan lahan untuk mengembangkan
berbagai kemampuan, yang dipelajarinya melalui permainan, senda gurau,
pengalaman sehari-hari dalam keluarga. Di dalam keluarga, seorang anak
belajar untuk tidak menjadi egois, ia diharapkan dapat berbagi rasa dengan
anggota keluarga dan belajar menghargai hak orang lain. Di dalam keluarga
seorang anak mempelajari dasar-dasar dari cara bergaul dengan orang lain.
2) Lingkungan teman sebaya yaitu menjalin hubungan erat dan harmonis
dengan teman sebaya sangatlah penting pada masa remaja. Suatu hal yang
sulit bagi remaja adalah menjauh dari dan dijauhi oleh teman. Pengertian dan
saran-saran dari teman akan membantu dirinya dalam menerima keadaan
dirinya serta memahami hal-hal yang menjadikan dirinya berbeda dari orang
lain dan keluarga orang lain. Semakin mengerti ia akan dirinya, semakin
meningkat keadaannya untuk menerima dirinya, mengetahui kekuatan dan
kelemahannya. Ia akan menemukan cara penyesuaian diri yang tepat sesuai
dengan potensi yang dimilikinya.
3) Lingkungan sekolah yaitu sekolah tidak hanya terbatas pada masalah
pengetahuan dan informasi saja, tetapi juga mencakup tanggung jawab moral
dan sosial secara luas dan kompleks. Dengan demikian, proses pendidika
merupakan penciptaan penyesuaian antara individu dengan nilai-nilai yang
diharuskan oleh lingkungan menurut kepentingan perkembangan individu.
e. Faktor agama dan budaya
Proses penyesuaian diri anak, mulai lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat secara bertahap dipengaruhi oleh faktor-faktor kultur dan agama.
Lingkungan kultural tempat individu berada dan berinterakasi akan menentukan pola-pola penyesuaian dirinya.
Dari penjelasan faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri di atas,
dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah faktor internal berupa fisik, kesehatan, kebutuhan, pendidikan, mental, kematangan, kepribadian, pengalaman serta respon yang baik dari hasil pengalaman yang diperoleh, dan faktor eksternal berupa lingkungan rumah, lingkungan keluarga, lingkungan teman sebaya, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat serta agama dan budaya yang ada di sekitar.
