Proses penyesuaian diri (skripsi dan tesis)

Proses penyesuaian diri melibatkan beberapa unsur, seperti motivasi, sikap terhadap realitas dan pola dasar penyesuaian diri, menurut Schneiders (dalam Ali dkk, 2009).

a. Motivasi Faktor motivasi merupakan kunci dasar dalam memahami proses penyesuaian diri, sama halnya dengan kebutuhan. Perasaan dan emosi merupakan kekuatan internal yang menyebabkan ketegangan dan ketidakseimbangan dalam organisme.

b. Sikap terhadap realitas Sikap yang sehat terhadap realitas dan kontak yang baik terhadap realitas itu sangat diperlukan bagi proses penyesuaian diri yang sehat, untuk membuat individu terus belajar menghadapi dan mengatur suatu proses kearah hubungan yang harmonis antara tuntutan internal yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap dengan tuntutan eksternal dari realitas.

c. Pola dasar penyesuaian diri Suatu rancangan atau cara awal dalam melakukan atau memecahkan suatu permasalahan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar.

Tanpa mengalami kesulitan dan hambatan dalam melakukannya. Proses penyesuaian diri menurut Sunarto dkk (2008), dapat ditunjukkan sebagai berikut:

a. Mula-mula individu di satu sisi merupakan dorongan keinginan untuk memperoleh makna dan eksistensi dalam kehidupannya dan di sisi lain mendapat peluang atau tuntutan dari luar dirinya sendiri.

b. Kemampuan menerima atau menilai kenyataan lingkungan di luar dirinya secara objektif sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan rasional dan perasaan.

c. Kemampuan bertindak sesuai dengan potensi kemampuan yanga ada pada dirinya dan kenyataan objektif di luar dirinya. d. Kemampuan bertindak secara dinamis, luwes, dan tidak kaku sehingga menimbulkan rasa aman tidak dihantui oleh kecemasan atau ketakutan.

e. Bertindak sesuai dengan potensi-potensi positif yang layak dikembangkan sehingga dapat menerima dan diterima lingkungan, tidak disingkirkan oleh lingkungan maupun menentang dinamika lingkungan.

f. Rasa hormat pada sesama manusia dan mampu bertindak toleran, selalu menunjukkan perilaku hormat sesuai dengan harkat dan martabat manusia, serta dapat mengerti dan menerima keadaan orang lain meskipun sebenarnya kurang serius dengan keadaan dirinya

. g. Kesanggupan merespon frustrasi, konflik, dan stres secara wajar, sehat dan profesional, dapat mengontrol dan mengendalikan sehingga dapat memperoleh manfaat tanpa harus menerima kesedihan yang mendalam.

h. Kesanggupan bertindak secara terbuka dan sanggup menerima kritik dan tindakannya dapat bersifat murni sehingga sanggup memperbaiki tindakantindakan yang sudah tidak sesuai lagi.

i. Dapat bertindak sesuai dengan norma yang dianut oleh lingkungannya serta selaras dengan hak dan kewajbannya.

j. Secara positif ditandai oleh kepercayaan terhadap diri sendiri, orang lain, dan segala sesuatu di luar dirinya sendiri sehingga tidak pernah merasa tersisih dan kesepian.

Dari penjelasan proses penyesuaian diri di atas, dapat disimpulkan bahwa proses penyesuaian diri mencakup beberapa unsur berupa motivasi yang mendorong seseorang untuk memiliki sebuah keinginan yang baik bagi dirinya, sikap terhadap realitas yang menerima atau menilai kenyataan dengan mampu bertindak sesuai potensi positif, dinamis, terbuka dan sesuai norma yang ada, serta pola dasar penyesuaian diri yang dimiliki dari rasa hormat pada sesama manusia yang saling bertoleransi antar individu dan percaya pada diri sendiri sehingga mampu mengontrol diri dalam memperoleh manfaat bagi diri sendiri.