Secara harafiah menurut Oxford English Dictionary (Goleman, 1999).
Emosi didefinisikan sebagai setiap kegiatan atau pengolahan pikiran,
perasaan, nafsu setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap.
Goleman (1999) menganggap emosi merujuk pada suatu perasaan dan
pikiran-pikiran khasnya suatu keadaan biologis, psikologis, dan
serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Dari segi etimologi emosi
berasal dari kata bahasa latin “movere” yang berarti menggerakkan,
“move” yang berarti bergerak dan “e” yang memberi arti bergerak menjauh
(Darwis, 2006).
Chaplin (Kartono, 2011) mendefinisikan emosi sebagai suatu yang
terangsang dari organism, mencakup perubahan-perubahan yang disadari,
yang mendalam sifatnya, dan perubahan perilaku. Menurut Darwis (2006)
mendefinisikan emosi sebagai suatu gejala psiko-fisiologis yang
menimbulkan efek pada persepsi, sikap, dan tingkah laku serta
mengejawantah dalam bentuk ekspresi tertentu. Emosi dirasakan secara
psikofisik karena terkait langsung dengan jiwa dan fisik. Ketika emosi
bahagia meledak-ledak ia secara psikis memberi kepuasan, tapi secara
fisiologis membuat jantung berdebar-debar atau langkah kaki menjadi
terasa ringan. Juga tak terasa berteriak puas kegirangan, namun hal-hal
yang disebutkan tidak sespesifik terjadi pada semua orang dalam seluruh
kesempatan. Mengutip pendapat Sarwono (1989) emosi adalah suatu yang
mendorong terhadap sesuatu dalam diri manusia, emosi merupakan
penyusunan organis yang timbul secara otomatis pada diri manusia dalam
menghadapi situasi-situasi tertentu.
Dari rangkaian penjelasan diatas dapat disimpulkan emosi adalah
suatua gejala psiko-fisiologis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap,
dan tingkah laku yang mendorong sesuatu dalam diri manusia,yang
mencakup perubahan-perubahan yang disadari yang mendalam sifatnya
dan perkembangannya melewati berbagai fase
