.
Chaplin (Kartono, 2011) dalam bukunya menjelaskan kematangan
emosi (emotional maturity) adalah suatu keadaan atau kondisi mencapai
tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional, karena itu pribadi yang
bersangkutan tidak lagi menampilkan pola emosional yang pantas bagi
anak-anak. Morgan (Kafabi, 2012) mengatakan dalam introduction to
psychology, kematangan emosi merupakan keadaan emosi yang dimiliki
seseorang dimana apabila mendapat stimulus emosi tidak menunjukkan
gangguan emosi. Gangguan kondisi emosi yang terjadi tersebut dapat
berupa keadaan kebingungan, berkurangnya rasa percaya diri dan
terganggunya kesadaran sehingga orang tersebut tidak dapat menggunakan
pemikirannya secara efektif dan rasional. Kematangan emosi dimana juga
memiliki pengertian sebagai kemampuan untuk memikirkan emosi yang
membantu meningkatkan kemampuan untuk menguasai atau
mengendalikannya.
Menurut Hurlock (2008) kematangan emosi dapat dikatakan sebagai
suatu kondisi perasaan atau reaksi perasaan yang stabil terhadap suatu
obyek permasalahan sehingga untuk mengambil suatu keputusan atau
bertingkah laku didasari dengan suatu pertimbangan dan tidak mudah
berubah-ubah dari satu suasana hati ke dalam suasana hati yang lain.
Menurut Sudarsono (1993) emotional maturity adalah kedewasaan secara
emosi, tidak terpengaruh kondisi kekanak-kanakan, atau sudah dewasa
secara sosial. Kartono (2011) mengatakan kematangan emosi sebagai
kedewasaan dari segi emosional dalam arti individu tidak lagi terombangambing oleh motif kekanak-kanakan.
Menurut Cole (Nyul, 2008) emosi yang matang memiliki sejumlah
kemampuan utama yang harus dipenuhi yaitu; kemampuan untuk
mengungkapkan dan menerima emosi, menunjukkan kesetiaan,
menghargai orang lain secara realitas, menilai harapan dan inspirasi,
menunjukkan rasa empati terhadap orang lain, mengurangi pertimbanganpertimbangan yang bersifat emosional, serta toleransi dan menghormati
orang lain (Sumitro, 2012). Kematangan emosi dapat didefinisikan sebagai
kemampuan mengekspresikan perasaan dan keyakinan secara berani dan
mempertimbangkan perasaan dan keyakinan orang lain (Covey, 2001).
Dariyo (2006) juga mendefinisikan kematangan emosi sebagai keadaan
atau kondisi mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosi
sehingga individu tidak lagi menampilkan pola emosional yang tidak
pantas.
Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kematangan
emosi itu adalah suatu kondisi emosional dimana tingkat kedewasaan
individu yang terkendali, tidak kekanak-kanakan, tidak ada amarah yang
meluap-luap, dan mampu mengungkapkan emosi sesuai kondisi yang ada
yang mana individu dapat menilai situasi secara kritis sebelum bereaksi
secara emosional dan peduli terhadap perasaan orang lain. Kematangan
emosi juga merupakan kesiapan individu dalam mengendalikan dan
mengarahkan emosi dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi,
kesiapan tersebut tercapai sesuai dengan perkembangan usia
