Analisis bibliometrik telah
mendapatkan popularitas luar biasa dalam
bisnis penelitian dalam beberapa tahun
terakhir (Donthu, Kumar, & Pattnaik,
2020b; Donthu, Kumar, Pattnaik, &
Lim, 2021; Khan et al., 2021), dan
popularitasnya bisa dikaitkan dengan (1)
kemajuan, ketersediaan, dan aksesibilitas
perangkat lunak bibliometrik seperti
Gephi, Leximancer, VOSviewer (2022),
dan database ilmiah, seperti Scopus,
Web of Science, Dimensions, atau Google
Scholar dan (2) penyerbukan lintas
disiplin metodologi bibliometrik dari ilmu
informasi hingga penelitian bisnis. Lebih
penting lagi, popularitas dari analisis
bibliometrik dalam penelitian bisnis
bukanlah iseng-iseng melainkan refleksi
kegunaannya untuk (1) penanganan besar
menangani volume besar data ilmiah,
dan (2) menghasilkan dampak penelitian
yang tinggi. Perkembamgan metodologi
analisis bibliometrik sangat cepat dan
sangat bervariasi, tetapi yang banyak
digunakan adalah Preferred Reporting
Items for Systematic Reviews and Meta-
Analyses, PRISMA (Gate, et al. 2016)
karena metodologi ini sudah lama ada,
yang pertama kali dengan nama QUOROM
pelaporan meta-analysis. Setelah
metodologi terus dikembangkan dan
akhirnya bernama PRISMA pada tahun
2015
