Definisi Kepuasan Kerja

Menurut Wexley dan Yulk (dalam Moeljono, 2003) secara umum

kepuasan kerja dapat didefiniskan sebagai cara seorang karyawan merasakan

pekerjaannya. Kepuasan kerja merupakan generalisasi sikap-sikap terhadap

pekerjaannya yang didasarkan atas aspek-aspek pekerjaannya yang bermacam-

macam.

Terdapat bermacam-macam pengertian atau batasan tentang kepuasan

kerja. Pertama, pengertian yang memandang kepuasan kerja sebagai reaksi

emosional yang kompleks. Reaksi emosional ini merupakan akibat dari dorongan, 5

keinginan, tuntutan dan harapan-harapan karyawan terhadap pekerjaan yang

dihubungkan dengan realitas-realitas yang dirasakan karyawan, sehingga

menimbulkan suatu bentuk reaksi emosional yang berwujud perasaan senang,

perasaan puas ataupun perasaan tidak puas (Sutrisno, 2009).

Kedua, pengertian yang menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu

sikap kerja karyawan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja,

kerja sama antar karyawan, imbalan yang diterima dalam kerja, dan hal-hal yang

menyangkut faktor fisik dan psikologis. Sikap terhadap pekerjaan ini merupakan

hasil dari sejumlah sikap khusus individu terhadap faktor-faktor dalam pekerjaan,

penyesuaian diri individu, dan hubungan sosial individu di luar pekerjaan

sehingga menimbulkan sikap umum individu terhadap pekerjaan yang

dihadapinya (Sutrisno, 2009).

Handoko (dalam Sutrisno, 2009), mengemukakan kepuasan kerja adalah

keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi karyawan

memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang

terhadap pekerjaannya. Ini tampak dalam sikap positif karyawan terhadap

pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.

Locke (dalam Luthans, 2005) memberikan definisi komprehensif dari

kepuasan kerja yang meliputi reaksi atau sikap kognitif, afektif dan evaluatif dan

menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang senang atau emosi

positif yang berasal dari penilaian pekerjaan atau pengalaman kerja seseorang.

Kepuasan kerja adalah hasil dari persepsi karyawan mengenai seberapa baik

pekerjaan mereka memberikan hal yang dinilai penting 

Selain itu, Noe dkk (dalam Kaswan, 2012) mendefinisikan kepuasan kerja

sebagai perasaan senang yang dihasilkan dari persepsi bahwa pekerjaannya

memenuhi atau memungkinkan pemenuhan nilai-nilai penting pekerjaannya.

Definisi ini merefleksikan tiga aspek penting pekerjaan. Pertama, kepuasan

merupakan fungsi nilai, yang didefinisikan sebagai apa yang diinginkan seseorang

untuk diperoleh baik secara sadar atau tidak sadar. Kedua, definisi ini

menekankan bahwa karyawan yang berbeda memiliki pandangan yang berbeda

tentang nilai mana yang mungkin, dan ini amat penting dalam menentukan sifat

dan derajat kepuasan kerja. Seorang mungkin menilai gaji di atas segalanya; yang

lain menilai wilayah tertentu. Ketiga adalah persepsi. Persepsi individu mungkin

tidak sepenuhnya merupakan refleksi sepenuhnya dari realita, dan orang yang

berbeda mungkin memandang situasi yang sama dengan cara yang berbeda.

Dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa kepuasan kerja

merupakan bentuk perasaan atau respon emosional seseorang mengenai seberapa

baik pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapinya di lingkungan kerja

memenuhi harapannya