Adanya metode pengukuran bertujuan sebagai tolak ukur yang
menghubungkan antara dividen dengan laba bersih yang diperoleh perusahaan.
Mengukur dividen yang akan dibayarkan oleh perusahaan biasanya menggunakan
dua alat ukur, yaitu dividend yield dan dividend payout ratio.
1) Dividend Yield
Alat ukur pertama yang digunakan disebut dengan imbal hasil dividen
(dividend yield) yang mengkaitkan besaran dividen dengan harga saham
perusahaan. Besaran dividen yield dapat dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
Dividend Yield = dividen tahunan per saham
harga per lembar saham
Dividen yield adalah bagian yang penting karena mengisyaratkan ukuran
bahwa adanya komponen dari return total disumbang oleh dividen. Oleh karena
itu, dalam menghitung return total, investor perlu memasukkan unsur besarnya
dividen yang diterima selain selisih antara harga saham awal dan akhir
kepemilikan. Kebanyakan investor menggunakan besaran ini sebagai patokan
dalam melakukan investasi serta memilih mana saham yang memiliki tingkat
dividen yield tinggi.
2) Dividend Payout Ratio
Made, I. Sudana (2011:167) dividend payout ratio yaitu besarnya presentase
laba bersih setelah pajak yang dibagikan sebagai dividen kepada pemegang
saham. Semakin besar rasionya, semakin sedikit laba ditahan yang akan
digunakan untuk investasi perusahaan.
Dividend pauout ratio merupakan rasio pembayaran dividen yang berfokus
pada bagian pendapatan (penghasilan) yang dibayarkan kepada investor sebagai
dividen. Bagian lain yang tidak dibagikan akan diinvestasikan kembali di
perusahaan (Hanafi, M. M. 2008:86).
Beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli, dapat ditarik kesimpulan
bahwa dividend payout ratio merupakan dividen yang dibagikan kepada para
pemegang saham yang besar presentasenya telah ditentukan. Semakin tinggi
dividend payout ratio yang dimiliki oleh suatu perusahaan, maka akan
menguntungkan bagi para investor, demikian pula sebaliknya jika dividend payout
ratio pada suatu perusahaan rendah hal ini akan memperlemah rasio perusahaan
tersebut (Musthafa, 2017:141). Berikut ini adalah rumus yang digunakan untuk
menghitung dividend payout ratio :
Dividen Payout Ratio = π·ππ£πππππ πππ πβπππ
πΈππππππ πππ πβπππ x 100%
Rasio ini menetapkan jumlah laba yang akan dibagikan dalam bentuk dividen
kas atau laba yang ditahan. Jika rasio presentasi laba yang ditahan perusahaan
dalam jumlah besar, maka laba yang akan dibandingkan dalam dividen akan lebih
kecil. Namun apabila laba perusahaan lebih banyak dibagikan dalam bentuk
dividen, maka perusahaan akan mengurangi porsi laba sebagai laba ditahan
