Sebuah Brand image mewakili persepsi merek secara keseluruhan,
terbentuk dari informasi tentang merek itu sendiri dan pengalaman masa lalu.
Brand image produk yang secara aktif memberikan energi kepada konsumen
beli produk alih-alih membeli produk dengan merek yang sama lainnya. Logo
dan iklan juga memainkan peran penting buat citra merek. Citra merek yang
dibangun adalah identitas, refleksi visi pemangku kepentingan, keunggulan,
standar kualitas, layanan dan komitmen bisnis atau pemilik (Mubarak, 2018).
Dalam hal tersebut, suatu perusahaan penting untuk mengamati perilaku
pembelian usahaanya untuk mengantisipasi langkah yang akan diambil
kedepannya.
Menurut Kotler dan keller (2016) Brand image merupakan penjelasan
sifat ekstrinsik dari suatu usaha yang mana usaha tersebut mencoba untuk
memenuhi kebutuhan sosial pelanggannya. Brand image sendiri memiliki
beberapa manfaat seperti dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu kualitas
dari strategi pemasaran, dapat dijadikan acuan untuk bersaing dengan bren
sejenisnya dan membantu memperbarui penjualan produk. Menurut Biel dalam
penelitian (Mendrika, 2017) Brand image dibentuk dari beberapa komponen,
yaitu citra korporat (citra yang berada dalam perusahaan itu sendiri), citra
produk (citra terhadap suatu produk yang bisa menimbulkan dampak negatif
atau pun positif yang timbul dari keinginan, harapan serta kebutuhan konsumen)
dan citra pemakai (citra ini timbul langsung dari pemakai setelah merasakan
merek tersebut)
