Manajemen laba mempunyai beberapa arti dan definisi yang
sangat beragam. Dalam setiap penyusunan laporan keuangan suatu
perusahaan pihak internal atau pihak manajemen diberikan tanggung
jawab atas pelaporan keuangannya. Dengan begitu pihak manajemen
akan berupaya untuk menyajikan laporan keuangan dengan baik yaitu
memaksimalkan jumlah laba perusahaan guna kepentingan ataupun
keuntungan pribadi bagi pihak-pihak tertentu. Salah satu cara yang
dilakukan manajemen dalam menaikkan ataupun menurunkan laba
adalah dengan melakukan praktik manajemen laba.
Dalam dunia bisnis pihak manajemen selaku pihak pengelola
perusahaan (bertindak sebagai agent perusahaan) selalu dihadapkan pada
berbagai tekanan. Tekanan- tekanan ini datangnya bisa dari luar
perusahaan dan juga bisa dari dalam yang tentu saja baik secara langsung
maupun tidak langsung akan turut mempengaruhi manajemen dalam
proses pelaporan keuangan. Praktik manajemen laba dilakukan oleh
manajer atau penyusun laporan keuangan dengan tujuan memperoleh
suatu manfaat dari tindakan yang dilakukan (Hery, 2015:48-49).
Manajemen laba adalah sebuah fenomena yang sampai saat ini
masih dipermasalahkan mengenai pemahaman etis dan tanggung jawab
sosialnya. Manajemen laba di grey area antara sebuah kecurangan dan
merupakan aktivitas yang diijinkan oleh prinsip akuntansi. Hal ini
dikarenakan terdapat perbedaan pemahaman mengenai tanggung jawab
sosial dan pemahaman etis di antara setiap orang. Berdasarkan hal
tersebut, laporan keuangan dapat diartikan sebagai tanggung jawab sosial
pribadi dan cerminan perilaku etis dari orang yang membuat laporan
keuangan tersebut (Sulistyanto, 2008:110).
Fahmi (2015:284) menyatakan bahwa manajemen laba (Earning
Management) adalah suatu tindakan untuk mengukur laba sesuai
keinginan pihak-pihak tertentu, terutama manajemen perusahaan
(company management). Manajemen laba sebenarnya didasarkan oleh
berbagai tujuan dan maksud-maksud yang terkandung di dalamnya.
Artinya tindakan earning management yang dilakukan mengandung
motivasi-motivasi tertentu. Hal ini tidaklah aneh karena tingkat
keuntungan diperoleh sering dikaitkan dengan prestasi manajemen karena
lazim bahwa besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh manajer
tergantung dari besar kecilnya laba yang diperoleh.
Sulistyanto (2008:50) secara umum ada beberapa definisi yang
berbeda antara yang satu dengan yang lain, yaitu definisi manajemen laba
yang diciptakan oleh Davidson, Stickney, dan Weil (1987), dan Schipper
(1989).
- Davidson, Stickney, dan Weil
Earning management is the process of taking deliberate steps within
the constrains of generally accepted accounting principles to bring
about desired level of reported earnings (Manajemen laba merupakan
proses untuk langkah tertentu yang disengaja dalam batas-batas prinsip
akuntansi berterima umum untuk menghasilkan tingkat yang diinginkan
dari laba yang dilaporkan). - Schipper
Earnings management is a purposes intervention in the external
financial reporting process, with the intent of obtaining some private
gain (a opposed to say, merely faciliting the neutral operation of the
process (Manajemen laba adalah campur tangan dalam proses
penyusunan pelaporan keuangan eksternal, dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan pribadi (pihak yang tidak setuju mengatakan
bahwa hal ini hanyalah upaya untuk memfasilitasi operasi yang tidak
memihak dari sebuah proses)
