Efisiensi pemasaran adalah perbandingan antara sumber daya yang digunakan
terhadap keluaran yang dihasilkan selama berlangsungnya proses pemasaran. Suatu
pemasaran dapat diketahui efisien atau tidak dengan menggunakan analisis efisiensi
harga dan efisiensi operasional. Sedangkan untuk mengetahui efisien tidaknya suatu
saluran pemasaran dapat dianalisis dengan analisis marjin pemasaran. Analisis marjin
pemasaran bukan untuk menghitung efisiensi pemasaran, melainkan untuk mengetahui
saluran pemasaran tersebut efisien atau tidak.
Efisiensi pemasaran merupakan kegiatan menyampaikan produk pertanian dari
produsen hingga sampai ke konsumen. Produk tersebut akan melalui jalur pemasaran
yang dapat berbeda panjang pendeknya. Efisiensi pemasaran dapat terjadi jika sistem
tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pihak yang terlibat, yaitu: produsen,
konsumen akhir, dan lembaga pemasaran (perantara pemasaran). Untuk mencapai
efisiensi diperlukan pengaturan pemasaran dengan menerapkan prinsip efisiensi agar
farmer’s share petani hingga lembaga terakhir dapat memperoleh laba yang sesuai
dengan tingkat harga yang terjangkau oleh konsumen (Koestiono & Agil, 2010)
