Menurut Heizer dan Render (dalam Utama dkk 2019), untuk mengakomodasi fungsi
persediaan, perusahaan memiliki empat jenis persediaan, yaitu:
a. Persediaan bahan baku (raw material inventory), yaitu bahan baku yang belum
memasuki proses produksi yang kegunaannya untuk memisahkan para pemasok
dari proses produksi.
b. Persediaan barang setengah jadi (working in proses – WIP – inventory), yaitu
bahan baku atau komponen yang sudah mengalami proses produksi, tetapi masih
belum sempurna atau masih belum menjadi produk jadi.
c. MRO (maintenance/repair/operating), yaitu pemeliharaan atau perbaikan juga
diperlukan untuk berjaga-jaga jika ada kerusakan mesin dalam salah satu proses
produksi dan MRO ini harus dijadwalkan atau diantisipasi.
d. Persediaan barang jadi (finished goods inventory), yaitu produk akhir yang sudah
siap jadi dan siap untuk dijual.
