Menurut Pujawan dan Geraldin (2009), house of risk (HOR) adalah model
manajemen risiko yang merupakan penggabungan pendekatan failure models and
effects analysis (FMEA) dan house of quality (HOQ). Pendekatan house of risk
(HOR) bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan menyusun strategi mitigasi
guna mengurangi peluang munculnya agen risiko dengan melakukan tindakan
preventif pada agen risiko yang merupakan faktor penyebab timbulnya kejadian
risiko. Sehingga dengan mengurangi peluang munculnya agen risiko, berarti
mengurangi potensi timbulnya beberapa kejadian risiko.
Failure models and effects analysis (FMEA) diperkenalkan pertama kali
oleh United States Department of Defense pada tahun 1949, dan mulai digunakan
untuk bidang industri pada tahun 1960. Pendekatan ini merupakan metode analisis
risiko hasil integrasi antara teknologi dan pengalaman manusia dalam memandang
kegagalan serta usaha untuk menghilangkannya (Besterfield, et. al., 2003 dalam
Widianti T. dan Firdaus, 2017). Model ini dapat membantu proses pengambilan
keputusan bagi organisasi dengan memprioritaskan tindakan perbaikan serta
peningkatan kinerja sistem atau produk (Chang dan Sun, 2009 dalam Widianti T.
dan Firdaus, 2017).
Penilaian risiko pada FMEA memiliki tujuan untuk menentukan tingkat
keparahan/dampak dari peristiwa risiko (severity), kemungkinan terjadinya risiko
(occurrence) dan deteksi risiko (detection). Hasil penilaian risiko dalam FMEA
ditunjukan dengan nilai risk priority number (RPN), yang diperoleh dari perkalian
severity, occurrence, dan detection. Kriteria S, O dan D memiliki skor dari 1
sampai dengan 10, yang digunakan untuk menentukan penilaian pada setiap
kriteria. Nilai RPN yang diperoleh digunakan untuk melakukan pemeringkatan
risiko dan menentukan perbaikannya (Widianti T. dan Firdaus, 2017). Namun
dalam metode house of risk, peluang kemunculan risiko dikaitkan dengan potensi
dari sumber risiko dan tingkat keparahan/dampak dikaitkan dengan dampak dari
kejadian/peristiwa risiko. Dan perhitungan nilai risk priority number (RPN)
diubah menjadi perhitungan aggregate risk potential (ARP) yang diperoleh dari
perkalian antara potensi dari sumber risiko dengan dampak dari kejadian risiko.
Pendekatan house of quality (HOQ) diturunkan dari metode quality function
development (QFD), yang dapat digunakan untuk membantu proses identifikasi
risiko dan perancangan strategi mitigasi untuk mengurangi atau mengeliminasi
agen risiko yang telah teridentifikasi.
