Strategi bisnis berkelanjutan pada perusahaan dapat diwujudkan melalui
penerapan supply chain management. Konsep ini memandang kegiatan bisnis dari
hulu sampai hilir sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan dan berinteraksi
untuk mencapai tujuan yang sama. Pujawan dan Mahendrawathi (2017)
mendefinisikan rantai pasok adalah jaringan perusahaan yang bekerja sama untuk
menciptakan dan mengirimkan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Perusahaan
tersebut termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-
perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik.
Kajian pengembangan dan optimalisasi rantai pasok pertanian (agroindustri)
banyak dilakukan seiring dengan kajian yang dilakukan pada ranah rantai pasok
industri/manufaktur. Produk agroindustri meliputi produk dari perusahaan yang
mengolah bahan-bahan yang berasal dari tanaman dan hewan. Pengolahan
tersebut mencakup transformasi dan pengawetan melalui perubahan fisik atau
kimia, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi (Brown 1994).
Menurut Indrajit dan Djokopranoto (2016) hubungan organisasi dalam
rantai pasok adalah sebagai berikut:
a. Rantai 1 adalah pemasok, yang merupakan penyedia bahan pertama. Bahan
pertama ini dapat berupa bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, bahan
dagangan dan suku cadang. Pemasok rantai pasok pertanian terdiri dari
produsen dan tengkulak.
b. Rantai 1-2 adalah pemasok-manufaktur. Manufaktur yang melakukan
produksi, fabrikasi, perakitan, pengubahan ataupun menyelesaikan produk.
Dalam rantai pasokan pertanian, manufaktur adalah pengolah produk
pertanian yang memberikan nilai tambah.
c. Rantai 1-2-3 adalah pemasok-manufaktur-distributor. Output produk dari
manufaktur didistribusikan kepada konsumen melalui distributor dan
biasanya ditempuh dengan supply chain. Produk dari gudang pabrik
disalurkan ke gudang distributor atau pedagang besar dalam jumlah banyak
kemudian barang tersebut disalurkan ke pengecer dalam jumlah kecil.
d. Rantai 1-2-3-4 adalah pemasok-manufaktur-distributor-pengecer. Pedagang
besar biasanya memiliki gudang sendiri atau menyewa. Dalam rantai ini,
penghematan dapat dicapai dalam bentuk inventori atau biaya gudang,
dengan mengubah pola pengiriman produk, baik dari gudang manufaktur
maupun ke pengecer.
e. Rantai 1-2-3-4-5 adalah pemasok-manufaktur-distributor-pengecer-
konsumen. Pengecer menawarkan produk mereka ke konsumen. Rantai
pasokan akan berhenti ketika barang mencapai konsumen akhir.
