Budaya organisasi yang baik adalah cerminan dari sistem manajemen
yang baik, hal ini dapat dilihat dalam proses perencanaan, manajemen
organisasi, kepemimpinan, dan pengawasan. Oleh sebab itu faktor yang dapat
mendukung terbentuknya budaya organisasi yang baik perlu dikembangkan
baik itu faktor internal maupun eksternal (Lewaherilla, 2020:86).
Adapun faktor-faktor eksternal menurut Lewaherilla (2020:87) adalah
sebagai berikut :
- Intensitas, artinya semakin tinggi intensitas rangsangan dari luar
maka semakin besar hal itu dapat dipahami. - Ukuran, semakin besar objek maka semakin mudah untuk
dipahami - Berwarna atau kontras
- Pengulangan rangsangan dari luar
Faktor internal adalah sebagai berikut : - Belajar, karyawan akan belajar budaya organisasi untuk
peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang budaya
organisai tempat ia bekerja. - Motivasi, dapat menggerakkan karyawan untuk belajar dan
mengamalkan nilai-nilai dalam buaya organisasi. - Kepribadian, karyawan menyesuaikan kepribadiannya dengan
niali-nilai dalam budaya organisasi.
Dalam perkembangannya, faktor lain yang berpengaruh pada budaya
organisai meliputi ; gaya perusahaan, kebijakan perusahaan, dan jati diri
perusahaan. Pekerjaan menjadi lebih menyenangkan dengan adanya budaya
organisasi, sehingga budaya organisasi perlu dipelihara keberadaannya.
Komitmen atau keterkaitan secara fisik dan mental dari seluruh lapisan
karyawan merupakan persyaratan wajib untuk tetap terpeliharanya budaya
organisasi. (Moeljono, 2005:21)
