Keberagaman budaya organisasi adalah sekumpulan keyakinan, aturan dan
nilai-nilai yang digunakan seorang manajer dalam perusahaan untuk dapat
menyatakan sikap positifnya terhadap keberagaman, komitmen terhadap praktek
manajemen, pendekatan keberagaman dan kepemimpinan keberagaman. Sebagai
perusahaan yang berbasis tim, berurusan dengan keberagaman merupakan
tantangan besar bagi manajemen. Selain meningkatnya penggunaan tim sebagai
unit kerja, perusahaan menjadi lebih beragam dalam hal perbedaan demografis
antara orang-orang di dalamnya (misalnya dalam hal jenis kelamin dan usia).
Namun, masih banyak yang harus diketahui tentang perbedaan individu mana yang
berhubungan dengan dinamika tim dan dalam kondisi apa. Keberagaman secara
umum dikonseptualisasikan mengacu pada perbedaan antara individu dalam atribut
apa pun yang dapat mengarah pada persepsi bahwa orang lain berbeda dari diri
sendiri. Keberagaman adalah untuk mempertimbangkan perbedaan antara anggota
tim (Lourenço et al., 2014).
Berdasarkan pada penelitian terdahulu yang berjudul “A Diverse
Organizational Culture and Its Impact on Innovative Work Behavior of Municipal
Employees” yang ditulis oleh Nadežda Jankelová, Zuzana Skorková, Zuzana
Joniaková dan Ildikó Némethová pada tahun 2021 yang membahas tentang
bagaimana strategi untuk mengelola keberagaman dalam perusahaan dengan
menggunakan alat manajemen yaitu diversity management. Keberagaman budaya
organisasi berpengaruh secara positif terhadap iklim kerja tim (Jankelová,
Skorková, et al., 2021). Mengingat studi tentang efek mendukung iklim kerja tim
dalam menerapkan berbagai perubahan dalam perusahaan, terutama melalui
mekanisme kepuasan kerja anggota tim, peneliti cenderung percaya bahwa faktor
yang mempengaruhi seperti keyakinan, nilai dan aturan keberagaman budaya
organisasi akan ditransformasikan ke dalam pekerjaan lingkungan melalui
penciptaan iklim kerja tim yang menguntungkan
