Definisi Iklim Kerja Tim


Di dalam perusahaan, kerja sama tim merupakan salah satu elemen utama.
Karena setiap individu di dalam perusahaan memiliki keterbatasan kemampuan
sehingga membuatnya membutuhkan campur tangan orang lain. Nilai kerja sama
tim adalah nilai yang amat penting di dalam upaya meningkatkan kondisi internal
perusahaan. Kerja tim memberikan pelajaran kepada anggota di dalam perusahaan
baik itu atasan ataupun bawahan untuk tidak memenangkan diri mereka sendiri
(Rusdinal & Afriansyah, 2019).
Kerja tim di dalam perusahaan dapat terjadi antara atasan dan bawahan, atau
bawahan dengan bawahan, dalam situasi formal maupun non formal. Dalam
pelaksanaan kerja sama tim harus saling menguntungkan, pelaksanaan kerja sama
tim hanya dapat tercapai jika diperoleh manfaat secara bersama bagi semua pihak
yang ikut terlibat. Jika terdapat salah satu pihak dirugikan di dalam proses kerja
sama tim, maka kerja sama tim tidak lagi terpenuhi. Dalam upaya mencapai profit
ataupun manfaat bersama dari kerja sama tim diperlukan komunikasi yang baik
antara seluruh pihak dan pemahaman yang sama sebagai tujuan bersama tim.
Iklim kerja tim difasilitasi oleh komunikasi dan juga rasa saling percaya.
Dalam bekerja dengan tim, apabila tidak ada komunikasi yang baik maka akan lebih
sulit untuk mencapai tujuan perusahaan. Ini adalah ukuran persepsi yang membantu
dalam mengukur budaya kerja tim yang sebaliknya tidak mudah untuk diukur. Iklim
kerja tim merupakan suasana lingkungan kerja yang terjadi karena terdapat
hubungan interpersonal untuk mencapai tujuan bersama.
2.3.2 Atribut Iklim Kerja Tim
(Perth et al., 2002) mengemukakan bahwa atribut iklim kerja tim yang efektif
adalah sebagai berikut:

  1. Komitmen terhadap tim sukses dan tujuan bersama: anggota tim memiliki
    komitmen untuk keberhasilan tim dan tujuan bersama mereka untuk proyek
    tersebut. Tim yang sukses termotivasi akan terlibat serta bertujuan untuk
    mencapai tingkat tertinggi.
  2. Saling bergantung atau saling membutuhkan satu sama yang lain: anggota
    tim harus menciptakan lingkungan di mana jika bersama-sama mereka dapat
    berkontribusi jauh lebih banyak dibandingkan jika individualis. Lingkungan
    tim yang saling bergantung secara positif menghasilkan yang terbaik dari
    setiap orang yang memungkinkan tim untuk mencapai tujuan mereka pada
    tingkat yang jauh lebih unggul. Individu mempromosikan dan mendorong
    sesama anggota tim mereka untuk mencapai goals, berkontribusi dan
    belajar.
  3. Keterampilan interpersonal: meliputi kemampuan untuk mendiskusikan
    permasalahan secara terbuka dengan anggota tim yang lain, jujur serta dapat
    dipercaya, mendukung dan menunjukkan rasa hormat serta komitmen
    kepada tim dan individunya. Membina lingkungan kerja yang saling peduli
    merupakan hal yang penting termasuk kemampuan untuk bekerja secara
    efektif dengan anggota tim yang lain.
  4. Komunikasi yang terbuka dan feedback yang positif: secara aktif
    mendengarkan kebutuhan anggota tim yang lain dan menghargai kontribusi
    mereka serta mengungkapkan hal ini membantu menciptakan lingkungan
    kerja yang efektif. Anggota tim harus bersedia memberi dan menerima
    kritik yang membangun serta memberikan feedback yang otentik.
  5. Komposisi tim yang tepat: komposisi tim yang tepat sangat penting di dalam
    penciptaan dan pembentukan tim yang sukses. Anggota tim harus
    sepenuhnya menyadari peran tim mereka dan memahami apa yang
    diharapkan dari mereka dalam hal kontribusi kepada tim dan proyek.
  6. Komitmen terhadap proses tim, kepemimpinan dan akuntabilitas: anggota
    tim harus bertanggung jawab atas kontribusi mereka kepada tim dan proyek.
    Mereka harus menyadari proses tim, praktek yang baik dan ide-ide baru.
    Kepemimpinan yang efektif penting untuk keberhasilan tim termasuk
    pengambilan keputusan bersama dan pemecahan masalah