Metode Total Quality Management difokuskan pada tiga pakar utama yang
merupakan pionir dalam pengembangan Total Quality Management. Mereka
adalah W. Edwards Deming, Joseph M. Juran, dan Philip B. Crosby.
- Metode W. Edwards Deming
Deming mencatat kesuksesan dalam memimpin revolusi di Jepang, yaitu dengan
memperkenalkan penggunaan teknik pemecahan masalah dan pengendalian proses
statistik (statistical process control = SPC). Salah satu metode Deming yang
terkenal adalah siklus deming (deming cycle).
Menurut Ross (1994: 237) dalam Nasution (2015:26) siklus Deming ini
dikembangkan untuk menghubungkan antara operasi dengan kebutuhan pelanggan
dan memfokuskan sumber daya semua bagian dalam perusahaan (riset, desain,
operasi, dan pemasaran) secara terpadu dan sinergi untuk memenuhi kebutuhan
pelanggan.
Penjelasan dari setiap siklus PDCA tersebut adalah sebagai berikut : - Mengembangkan rencana perbaikan (plan)
Ini merupakan langkah setelah dilakukan pengujian ide perbaikan masalah.
Rencana perbaikan disusun berdasarkan prinsip 5-W (what, why, who, when,
dan where) dan 1 H (how), yang dibuat secara jelas dan terinci serta
menetapkan sasaran dan target yang harus dicapai. Dalam menetapkan sasaran
dan target harus dengan memerhatikan prinsip SMART (specific, measurable,
attainable, reasonable, dan time)
- Melaksanakan rencana (do)
Rencana yang telah disusun diimplementasikan secara bertahap, mulai dari
skala kecil yang pembagian tugas secara merata sesuai dengan kapasitas dan
kemampuan setiap personil. Selama dalam melaksanakan rencana harus
dilakukan pengendalian yaitu mengupayakan agar seluruh rencana
dilaksanakan dengan sebaik mungkin sasaran dapat dicapai. - Memeriksa atau meneliti hasil yang dicapai (check atau study)
Memeriksa atau meneliti hasil merujuk pada penetapan apakah
pelaksanaannya berada dalam jalur, sesuai dengan rencana dan memantau
kemajuan perbaikan yang direncanakan. Alat atau piranti yang dapat digunkan
dalam memeriksa adalah pareto diagram, histogram, dan diagram kontrol. - Melakukan tindakan penyesuaian bila diperlukan (action)
Penyesuaian dilakukan bila dianggap perlu, yang didasarkan hasil analisis di
atas. Penyesuaian berkaitan dengan standarisasi prosedur baru guna
menghindari timbulnya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran
baru bagi perbaikan berikutnya.
Siklus PDCA tersebut berputar secara berkesinambungan, segera setelah suatu
perbaikan dicapai, keadaan perbaikan tersebut dapat memberikan inspirasi untuk
perbaikan selanjutnya. Oleh karenanya, manajemen harus secara terus-menerus
merumuskan sasaran dan target-target perbaikan baru. - Metode Joseph M. Juran
Juran mendefinisikan kualitas sebagai cocok/sesuai untuk digunakan (fitness for
use), yang mengandung pengertian bahwa suatu barang atau jasa harus dapat
memenuhi apa yang diharapkan oleh pemakainya. Pengertian cocok digunakan
dalam mengandung 5 dimensi utama, yaitu kualitas desain, kualitas kesesuaian,
ketersediaan, keamanan, dan field use.
Juran’s Three Basic Step to Progress, tiga langkah dasar ini merupakan langkah
yang harus dilakukan perusahaan bila mereka ingin mencapai kualitas tingkat
dunia. Juran juga yakin bahwa ada titik diminishing return dalam hubungan antara
kualitas dan daya saing. Ketiga langkah tersebut terdiri atas berikut ini: - Mencapai perbaikan terstruktur atas dasar kesinambungan yang
dikombinasikan dengan dediksi dan keadaan yang mendesak. - Mengadakan program pelatihan secara luas.
- Membentu komitmen dan kepemimpinan pada tingkat manajemen yang
lebih tinggi.
The Juran Trilogy, merupakan ringkasan dari tiga fungsi manajerial yang utama
(Bounds, 1993:131). Pandangan Juran terhadap fungsi-fungsi ini dijelaskan
sebagai berikut: - Perencanaan kualitas
Perencanaan kualitas meliputi pengembangan produk, sistem, dan proses
yang dibutuhkan untuk memenuhi atau melampaui harapan pelanggan.
Langkah-langkah yang dibutuhkan untuk itu sebagai berikut:
a. Menentukan siapa yang menjadi pelanggan
b. Mengidentifikasi kebutuhan para pelanggan
c. Mengembangkan produk dengan keistimewaan yang dapat memenuhi
kebutuhan pelanggan.
d. Mengembangkan sistem dan proses yang memungkinkan organisasi
untuk menghasilkan keistimewaan tersebut.
e. Menyebarkan rencana kepada level operasional. - Pengendalian kualitas
Pengendalian kualitas meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menilai kinerja kualitas actual.
b. Membandingkan kinerja dengan tujuan.
c. Bertindak berdasarkan perbedaan antara kinerja dan tujuan. - Perbaikan kualitas
Perbaikan kualitas harus dilakukan dengan cara on-going dan terus
menerus. Langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai berikut:
a. Mengembangkan infrastruktur yang diperlukan untuk melakukan
perbaikan kualitas setiap tahun.
b. Mengidentifikasi bagian-bagian yang membutuhkan perbaikan dan
melakukan proyek kebaikan.
c. Membentuk suatu tim proyek yang bertanggung jawab dalam
menyelesaikan setiap proyek.
d. Memberikan tim-tim tersebut apa yang mereka butuhkan agar dapat
mendiagnosis masalah guna menentukan sumber penyebab utama,
memberikan solusi, dan melakukan pengendalian yang akan
mempertahankan keuntungan yang diperoleh.
