Diagram ini disebut juga diagram tulang ikan (fishbone chart) dan berguna
untuk memperlihatkan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada kualitas dan
mempunyai akibat pada masalah yang kita pelajari. Selain itu kita juga dapat
melihat faktor-faktor yang lebih terperinci yang berpengaruh dan mempunyai
akibat pada faktor utama tersebut yang dapat kita lihat dari panah-panah yang
berbentuk tulang ikan pada diagram fishbone tersebut.
Diagram sebab akibat ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950
oleh seorang pakar kualitas dari Jepang yaitu Dr. Kaoru Ishikawa yang
menggunakan uraian grafis dari unsur-unsur proses untuk menganalisa
sumbersumber potensial dari penyimpangan proses.
Faktor-faktor penyebab utama ini dapat dikelompokkan dalam :
- Material / bahan baku
- Machine / mesin
- Man / tenaga kerja
- Method / metode
- Environment / lingkungan
Adapun kegunaan dari diagram sebab akibat adalah: - Membantu mengidentifikasi akar penyebab masalah.
- Menganalisa kondisi yang sebenarnya yang bertujuan untuk memperbaiki
peningkatan kualitas. - Membantu membangkitkan ide-ide untuk solusi suatu masalah.
- Membantu dalam pencarian fakta lebih lanjut.
- Mengurangi kondisi-kondisi yang menyebabkan ketidaksesuaian produk
dengan keluhan konsumen. - Menentukan standarisasi dari operasi yang sedang berjalan atau yang akan
dilaksanakan. - Sarana pengambilan keputusan dalam menentukan pelatihan tenaga kerja.
- Merencanakan tindakan perbaikan.
Langkah-langkah dalam membuat diagram sebab akibat adalah sebagai berikut : - Mengidentifikasi masalah utama.
- Menempatkan masalah utama tersebut disebelah kanan diagram.
- Mengidentifikasi penyebab minor dan meletakannya pada diagram utama.
- Mengidentifikasi penyebab minor dan meletakannya pada penyebab mayor.
- Diagram telah selesai, kemudian dilakukan evaluasi untuk menentukan
penyebab sesungguhnya.
