Tata letak pabrik berhubungan erat dengan segala proses perencanaan dan
pengaturan letak dari pada mesin, peralatan, aliran bahan, dan orang – orang yang
bekerja di masing – masin stasiun kerja yang ada. Tata letak yang baik dari segala
fasilitas proses dalam suatu pabrik adalah dasar untuk membuat operasi kerja menjadi
lebih efektif dan efisien. Secara umum pengaturan dari pada semua fasiliats produksi
ini direncanakan sedemikian rupa sehingga diperoleh (Wignjosoebroto,2009) :
- Minimum transportasi dari proses pemindahan bahan
- Minimum gerakan balik yang tidak perlu
- Minimum pemakaian arah tanah
- Pola aliran produksi yang terbaik
- Keseimbangan penggunaan area tanah yang dimiliki
- Keseimbangan di dalam aliran lintasan perakitan (assembling line
balancing) - Kemungkinan dan fleksibilitas untuk menghadapi ekspansi dimasa depan
Pada dasarnya proses pengaturan segala fasilitas produksi dalam pabrik ini akan
dibedakan dalam dua tahapan, yaitu sebagai berikut:
36
- Pengaturan tata letak mesin dan fasilitas produksi lainnya (machine layout),
yaitu pengaturan dari semua mesin – mesin dan fasilitas yang diperlukan
untuk proses produksi di dalam tiap – tiap departemen dari pabrik yang ada. - Pengaturan tata letak departemen (departementalization), yaitu pengaturan
bagian atau departemen serta hubungannya satu dengan yang lainnya di dalam
pabrik yang bersangkutan.
Prosedur berikut ini adalah suatu hal yang umum dilaksanakan sebagai langkah –
langkah di dalam proses perencanaan tata letak pabrik, baik yang merupakan
pengaturan fasilitas produksi daripada pabrik yang baru ataupun yang sudah ada
(relayout)
