Standar Operasional Prosedur adalah referensi atau pedoman yang berisi
prosedur operasi dalam suatu organisasi. Digunakan untuk memastikan bahwa
semua keputusan dan tindakan yang diambil oleh setiap orang dalam organisasi
dapat bekerja secara lebih efektif, efisien, konsisten, terstandarisasi, dan sistematis.
Sebagai panduan untuk memastikan langkah kerja setiap anggota dapat sesuai
dengan standar dan sistematika. Mencakup langkah-langkah yang harus diikuti
dalam melakukan tugas, alat atau perlengkapan yang akan digunakan, jadwal
waktu yang ditetapkan, tanggung jawab yang diberikan kepada individu atau
kelompok untuk mengukur keberhasilan atau kualitas kinerja (Tambunan, 2013).
Standar Operasional Prosedur adalah dokumen yang berisi petunjuk tertulis.
Bertujuan untuk mencapai kinerja organisasi yang optimal. Standar operasional
prosedur diperlukan dalam perusahaan yang digunakan untuk acuan bagi semua
elemen yang berperan dalam perusahaan, maka dari itu sangat disarankan untuk
dilaksanakan dalam sebuah perusahaan (Basyirah & Syahara, 2016).
Standar operasional prosedur bertujuan untuk memandu pelaksanaan dan
menjalankan aktivitas-aktivitas perusahaan dengan menjaga konsistensi
kesinambungan kinerja setiap karyawan, memudahkan proses pemantauan kinerja
karyawan dan memperjelas tanggung jawab masing-masing unit (Fatimah, 2015).
Standar operasional prosedur adalah sistem untuk mengatur pekerjaan yang
mencakup serangkaian proses untuk menyelesaikan pekerjaan dari awal sampai
akhir. Standar operasional berfungsi sebagai panduan bagi karyawan baru,
menghemat biaya, memudahkan kontrol dan menjalin koordinasi yang baik antara
bagian perusahaan (Andriani, 2019).
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa standar operasional
prosedur serangakaian instruksi tertulis yang menjadi pedoman untuk melakukan
kegiatan dan tugas operasional. Prosedur yang ditetapkan dalam sebuah organisasi
untuk mengatur dan memandu pelaksanaan kegiatan. Membantu mencapai
konsistensi, efisiensi, dan kualitas kerja serta memungkinkan pengukuran kinerja
dan mengiidentifikasi area perbaikan. Dengan mengikuti standar operasional yang
jelas, maka organisasi dapat mengelola kinerja dengan baik
