Dalam melakukan kegiatan operasional sangat diperlukan manajemen yang
berguna untuk menetapkan setiap keputusan dalam upaya pengaturan dan
pengkoordinasian penggunaan sumber-sumber daya dari kegiatan produksi untuk
mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Keterampilan manajer sebagai pengambil keputusan dalam mengelola
kegiatan produksi dapat meningkatkan kegunaan atau manfaat dari suatu barang
secara efektif dan efisien. Oleh karena itu semua kegiatan dan aktifitas dalam proses
produksi harus disertai dengan manajerial yang baik.
Ada beberapa definisi manajemen operasi yang dikemukakan oleh beberapa
ahli, yaitu sebagai berikut :
Menurut Barry Render dan Jay Heizer (2009):
“operational management “the set of activities that create value in the from
of goods and services by transforming inputs into outputs”
Yang berarti manajemen operasi adalah suatu set aktivitas yang menciptakan
nilai berupa barang dan jasa dengan melakukan transformasi masukan menjadi
keluaran.
Adapun menurut Anoraga (2009) mengenai manajemen operasional
yaitu :
“Seluruh aktivitas untuk mengatur dan mengkoordinir faktor – faktor produksi
secara efektif dan efisien untuk dapat menciptakan dan menambah nilai dan benefit
dari produk (barang atau jasa) yang dihasilkan oleh sebuah organisasi”.
Sedangkan pengertian manajemen operasional menurut Richard L. Daft (
2006) merupakan
”Bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta
menggunakan alat-alat dan tekhnik-tekhnik khusus untuk memecahkan masalah-
masalah produksi
