Menurut Zelko dan Dance (dalam Arni, 2009: 66) mengatakan
bahwa komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang paling tergantung
yang mencakup komunikasi internal dan komunikasi eksternal sedangkan
menurut Katz dan Kahn mengatakan bahwa komunikasi organisasi
merupakan arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan arti di
dalam suatu organisasi maka komunikasi organisasi sangatlah penting
dalam sebuah perusahaan/instansi. Dengan cara yang serupa, komunikasi
sebuah organisasi mempengaruhi cara hidup seseorang: kepada siapa
mereka berbicara, siapa yang mereka sukai, bagaimana perasaan mereka,
apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana cara mereka menyesuaikan
diri dengan organisasi.
Memahami realitas yang terjadi, sekiranya seorang pemimpin
harus melakukan komunikasi terhadap bawahannya agar instansi tersebut
tidak terlihat kaku dan menghindari terciptanya pola hubungan dengan
pegawai yang harus mengandalkan kekuasaan, sebaliknya perlu
mengedepankan kerja sama fungsional, dan menghindari terciptanya
suasana yang serba menakutkan, perlu menciptakan keadaan yang
membuat semua pegawai percaya diri, perlu membuktikan kemampuan
untuk kerja profesional, menumbuh kembangkan antusiasme kerja para
pegawai, dan menghindarkan diri dari suka menyalahkan pegawai tetapi
harus mampu membetulkan (mengoreksi) kesalahan pegawai, dan mampu
memberikan semangat dan motivasi kerja pegawai.
Menurut Mathis (2001) Motivasi merupakan hasrat didalam
seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan untuk
mencapai tujuan. Robbins (2008) Motivasi adalah proses yang
menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan usaha untuk mencapai suatu
tujuan.
Husein Umar (1999) menyatakan motivasi adalah faktor yang
kehadiranya dapat menimbulkan kepuasan kerja dan meningkatkan
produktivitas atau hasil kerja dan menimbulkan berbagai perilaku
manusia. Buchari zainun (1982) menyatakan motivasi merupakan proses
atau faktor yang mendorong orang untuk bertindak atau berperilaku
dengan cara tertentu.
Bagi seorang karyawan yang bekerja di dalam organisasi,
motivasinya untuk mencapai tujuan organisasi akan membuatnya
bersemangat untuk melaksanakan pekerjaannya. Jika karyawan
bersemangat dalam bekerja, maka kinerjanya akan meningkat. Selain itu
akan terbentuk komitmen karyawan untuk mencapai kinerja yang telah
ditetapkan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa motivasi
yang dimiliki karyawan mempunyai pengaruh yang positif terhadap
kinerja karyawan (Putu Sunarcaya, 2008).
