Konsep Dasar Komunikasi


Horold Lasswell menyatakan bahwa cara yang tepat untuk
menerangkan suatu tindakan komunikasi ialah menjawab pertanyaan “siapa
yang menyampaikan, apa yang disampaikan, melalui jaringan apa, kepada
siapa dan apa pengaruhnya” (Cangara, 2002:18).
Secara etimologis, istilah komunikasi berasal dari bahasa latin
communication yang bersumber pada kata communis yang berarti sama,
dalam arti kata sama makna. Secara terminologis komunikasi berarti proses
penyampaian suatu pernyataan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang
lain untuk memberitahu atau untuk mengubah sikap, pendapat atau prilaku,
baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media (Effendy,
2003:4).
Kenyataan telah menunjukkan bahwa komunikasi merupakan unsur
penting bagi kehidupan manusia. Sebagai konsekuensi mahluk sosial, setiap
manusia akan melaksanakan kegiatan komunikasi bila ingin mengadakan
hubungan dengan pihak lain. Oleh sebab itu, terjadinya komunikasi adalah
sebagai konsekuensi hubungan sosial (Effendy, 2002:3), jadi dapat dikatakan
bahwa komunikasi adalah suatu proses pengoperan gagasan, pendapat atau
pemikiran dari seseorang kepada orang lain dengan menggunakan simbol
yang dapat dipahami bersama. Kemudian batasan atau definisi-definisi
tentang komunikasi seperti yang dikemukakan Albig sebagaimana yang
dikutip Teguh Meinanda, (1981:8) adalah: “Komunikasi adalah proses
penyampaian pendapat, pemikiran dan perasaan seseorangatau sekelompok
orang kepada orang lain.
CarlI. Hovland mendefinisikan komunikasi adalah suatu proses dimana
seseorang (komunikator) menyampaikan perangsang (biasanya lambang
bahasa) untuk mengubah perilaku orang lain (komunikan) (Effendy,
2003:48).