Gaya kepamimpinan merupakan suatu pola tingkah laku yang
disukai pemimpin dalam peroses mengarahkan dan mempengaruhi
pekerja. Setiap pemimpin mempunyai gaya kepemimpinanya sendiri.
Pemimpin dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik apabila
pemimpin tersebut dapat menyesuaikan dengan situasi kerja yang
dihadapinya. Pemimpin harus dapat mengambil hati bawahan agar mau
bekerja sesuai keinginan pemimpin dan bekerja secara produktif serta
optimal agar mampu mencapai tujuan perusahaan secara bersama. Kinerja
adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam
melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau
kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama
(Rivai & Basri, 2008). Gaya kepemimpinan demokratis merupakan suatu
cara yang dimiliki oleh seseorang dalam mempengaruhi sekelompok orang
atau bawahan untuk bekerja sama dan berdaya upaya dengan penuh
semangat, motivasi dan keyakinan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya tidak
terlepas dari sumber daya manusia, baik itu organisasi publik maupun
organisasi swasta, oleh karena itu seorang pemimpin organisasi harus
mampu memahami bagaimana mempengaruhi kinerja karyawannya.
Kinerja yang dihasilkan oleh para karyawan dipengaruhi oleh gaya
kepemimpinan demokratis, bagaimana seorang pemimpin mengarahkan,
mempengaruhi dalam memimpin bawahannya.
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Kristin Surbakti (2012)
dengan judul Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokrasi terhadap Kinerja
Pegawai (studi kasus Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Provinsi Jawa Barat), hasilnya membuktikan bahwa kinerja pegawai
Diskominfo dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan demokrasi.
