Komunikasi Internal


Pencapaian tujuan organisasi yang telah direncanakan untuk
kepentingan bersama selalu memerlukan adanya komunikasi yang lancar.
Karena itu komunikasi merupakan sarana yang sangat penting dan paling
vital bagi setiap pegawai dalam mencari data, informasi, serta keterangan-
keterangan dari unit kerja yang lain. Disamping itu komunikasi juga
memegang peranan dalam menyampaikan laporan-laporan kegiatan,
mengajak bekerja sama, mendiskusikan segala hal yang berhubungan
dengan tugas pekerjaan. Dengan menjalin komunikasi yang baik sesama
pegawai juga akan menimbulkan saling pengertian dan pemahaman akan
tugas masing-masing.
Menurut Hovland dalam Effendy (2009) menyatakan bahwa
komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. Akan tetapi
seseorang akan mengubah sikap, pendapat atau perilaku orang lain apabila
komunikasinya itu memang efektif. Komunikasi adalah sarana vital untuk
mengerti diri sendiri, untuk mengerti orang lain, untuk memahami apa
yang dibutuhkannya dan apa yang dibutuhkan orang lain, apa pemahaman
kita dan apa pemahaman sesama.
Lawrence D. Brennan dalam Effendy (2009) menyatakan
komunikasi internal sebagai :
“Pertukaran gagasan diantara para adminitrator dan karyawan
dalam suatu perusahan atau jawatan yang menyebabkan
terwujudnya perusahaan/jawatan tersebut lengkap dengan
terstruktur yang khas (organisasi) dan pertukaran gagasan
horizontal dan vertikal didalam perusahaan atau jawatan yang
menyebabkan pekerjaan berlangsung (organisasi dan manajemen).”
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan komunikasi
internal adalah merupakan komunikasi yang terjadi dalam lingkungan
kantor atau organisasi.Komunikasi ini bisa terjadi antara karyawan dengan
karyawan, karyawan dengan atasan, dan atasan dengan atasan.
Menurut Tarmudji dalam Effendy (2009:82) komunikasi internal
dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu :
1) Komunikasi vertikal yang terjadi dalam bentuk : komunikasi dari
atasan kepada bawahan, misalnya – perintah, teguran, pujian,
petunjuk dan sebagainya. Bentuk lain adalah komunikasi dari
bawahan kepada atasan, misalnya : laporan, keluhan pendapat, dan
sebagainya.
2) Komunikasi horizontal yang terjadi di dalam ruang lingkup
organisasi/kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan
sejajar.
3) Komunikasi diagonal yang terjadi didalam ruang lingkup
organiasi/kantor diantara orang-orang yang mempunyai kedudukan
tidak sama pada posisi tidak sejalur vertikal.