Kepemimpinan


Menurut Terry (1960) dalam Sutrisno (2011) mengatakan
kepemimpinan suatu kegiatan untuk mempengaruhi orang agar bekerja
dengan rela untuk mencapai tujuan bersama. Adapun Bass dan Stogdill (1990) dalam Sutrisno (2011), mengatakan bahwa kepemimpinan adalah
suatu proses mempengaruhi aktivitas suatu kelompok dalam usaha untuk
mencapai tujuan yang ditetapkan.
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi pihak
lain, melalui komunikasi baik langsung maupun tidak langsung dengan
maksud menggerakkan orang-orang agar dengan penuh perhatian,
kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti kehendak pimpinan itu
(Anoraga, 2006).
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
Kepemimpinan pada dasarnya adalah kemampuan untuk mempengaruhi,
menggerakkan, dan mengarahkan suatu tindakan pada seseorang atau
kelompok untuk tujuan tertentu.
Perilaku pemimpin menurut teori Path-Goal (Ivancevich, dkk.
2007), sebagai berikut:

  1. Kepemimpinan Pengarah (Directive Leadership)
    Pemimpin memberitahukan kepada bawahan apa yang diharapkan dari
    mereka, memberitahukan jadwal kerja yang harus disesuaikan dan
    standar kerja, serta memberikan bimbingan / arahan secara spesifik
    tentang cara-cara menyelesaikan tugas tersebut, termasuk di dalamnya
    aspek perencanaan, organisasi, koordinasi dan pengawasan.
  2. Kepemimpinan Pendukung (Supportive Leadership)
    Pemimpin bersifat ramah dan menunjukkan kepedulian akan
    kebutuhan bawahan. Ia juga memperlakukan semua bawahan sama
    dan menunjukkan tentang keberadaan mereka, status dan kebutuhan-
    kebutuhan pribadi sebagai usaha untuk mengembangkan hubungan
    interpersonal yang menyenangkan di antara anggota kelompok.
    Kepemimpinan pendukung (supportive) memberikan pengaruh yang
    besar terhadap kinerja bawahan pada saat mereka sedang mengalami
    frustasi dan kekecewaan.
  3. Kepemimpinan Partisipatif (participative leadership)
    Pemimpin partisipatif berkonsultasi dengan bawahan dan
    menggunakan saran-saran dan ide mereka sebelum mengambil suatu
    keputusan. Kepemimpinan partisipatif dapat meningkatkan motivasi
    kerja bawahan.
  4. Kepemimpinan Berorientasi Prestasi (Achievement-Oriented
    Leadership)
    Gaya kepemimpinan dimana pemimpin menetapkan tujuan yang
    menantang dan mengharapkan bawahan untuk berprestasi semaksimal
    mungkin serta terus-menerus mencari pengembangan prestasi dalam
    proses pencapaian tujuan tersebut.
    Kepemimpinan muncul dan berkembang sebagai hasildari
    interaksiotomatis anatara pemimpin dengan orang-orang yang
    dipimpinnya. Berdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa
    kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi
    dan mengarahkan orang secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai
    tujuan. Sebagaimana diungkapkan Sedarmayanti (2009:120) bahwa
    kepemimpin (leadership), adalah :
    a. Proses dalam mempengaruhi orang lain agar melakukan atau tidak
    melakukan sesuatu yang diinginkan seorang pemimpin.
    b. Hubungan interaksi antar pengikut dengan pimpinan dalam mencapai
    tujuan yang telah ditetapkan.
    c. Proses mempengaruhi aktivitas/perilaku kelompok yang
    diorganisasikan kearah pencapaian tujuan.
    d. Proses member arti (pengarahan berarti) terhadap usaha kolektif dan
    menyebabkan adanya kesediaan untuk melakukan aktivitas/perilaku
    yang diingiknkan untuk pencapaian sasaran.
    e. Proses mempengaruhi kegiatan individu/kelompok dalam usaha
    mencapai tujuan pada situasi tertentu.