Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan


Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan suatu yang bersifat individual.
Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan
sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Makin tinggi penilaian terhadap kegiatan
dirasakan sesuai dengan keinginan individu, maka makin tinggi kepuasan
terhadap kegiatan tersebut. Dengan kata lain kepuasan merupakan evaluasi yang
menggambarkan seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas
atau tidak puas dalam bekerja (Veithzal, R., dan Sagala, 2013) dalam (Ahmad
Gani, 2017). Kepuasan kerja adalah sikap umum terhadap pekerjaan seseorang,
yang menunjukkan perbedaan antara jumlah penghargaan yang diterima pekerja
dan jumlah yang mereka yakini seharusnya mereka terima.
Kepuasan kerja saat ini menjadi salah satu isu terpenting dalam bidang
pekerjaan dan organisasi psikologi. Karena itu, di sana adalah minat pemahaman
ini ditingtingkat dari karyawan, kepuasan menentukan komitmen karyawan ke
organisasi di mana mereka kerja. Dengan demikian, kepuasan pekerja merasa
milik mereka, kontribusi diambil pada kapan dan siapa kerja sebagai sebuah tim
yang akan cenderung menunjukkan ketekunan lebih besar yang di miliki mereka.
Menurut riset pada pekerjaan kepuasan pariwisata organisasi diketahui menjadi
tenaga kerja intensif. Mereka membutuhkan sejumlah besar staf untuk
menawarkan layanan mereka dan membutuhkan keaktifan mereka dan kerjasama
untuk memuaskan pelanggan. Selain perlunya kerjasama di antara mereka, itu
juga diperlukan untuk mengelola individu dan kelompok. Faktor manusia adalah
bagian penting dari produk yang secara langsung melakukan layanan yang
disediakan oleh perusahaan-perusahaan ini. Dengan demikian, staf yang
memberikan nilai tidak berwujud karakteristik terbaik dari pengalaman (Escortell
et al., 2020).
Dalam Iskandar dan Andriani (2019) kepuasan kerja adalah sikap terhadap
pekerjaan yang merupakan hasil persepsi seseorang terhadap sesuatu yang
dirasakan dalam pekerjaannya dan didasarkan pada aspek-aspek pekerjaan
intrinsik dan ekstrinsik (Anggraeni dan Santosa, 2013). Kepuasan kerja
merupakan suatu keadaan yang berkaitan dengan reaksi emosional dari persepsi
seseorang yang telah mendapatkan kebutuhan dan permintaan yang diinginkannya
dari pekerjaan yang dia lakukan (Pradifta dan Sudibia, 2014). Aspek kepuasan
kerja yaitu cara penilaian seseorang dalam menyukai pekerjaan individu, dimana
penilaian ini dipengaruhi oleh gaji, kesempatan promosi, supervisi, tunjangan di
luar gaji, penghargaan dari perusahaan, prosedur pekerjaan, rekan kerja, sifat
pekerjaan, dan komunikasi (Laksmi dan Hadi, 2012).