Teori Motivasi Kerja


Teori motivasi yang dikembangkan oleh para tokoh mempunyai isi dalam
bentuk pandangan tertentu. Adapun teorinya menurut Hasibuan (2016:94 dan
McCelland dalam Dalimunthe (2018) sebagai berikut:

  1. Teori Hirarki Kebutuhan (Hierarchy of Needs)
    Teori hirarki kebutuhan ini dikembangkan oleh Abraham Maslow,
    sehingga disebut dengan teori Maslow (Hasibuan, 2016: 94) sebagai berikut:
    a. Physiological Needs (Kebutuhan Fisik). Manusia akan lebih dahulu
    memenuhi kebutuhan secara fisik tubuhnya, yaitu: bernafas, makan,
    minum, tidur, sex.
    b. Safety Needs (Kebutuhan Akan Rasa Aman). Meliputi: keamanan tubuh,
    rasa aman dalam bekerja, sumber daya, moralitas, keluarga, kesehatan,
    property.
    c. Affiliton Needs (Kebutuhan Hubungan Sosial). Meliputi ada keinginan:
    persahabatan, keluarga, keintiman.
    d. Esteem (Hormat/Penghargaan). Meliputi: harga diri, kepercayaan diri,
    prestasi, rasa hormat dari orang lain, hormat oleh orang lain.
    e. Self Actualization (Aktualisasi Diri). Yaitu untuk menjadi orang capable
    dan pemenuhan keinginan diri sendiri, meliputi: moralitas, kreativitas,
    spontanitas, pemecahan masalah, kurangnya prasangka, penerimaan fakta.
  2. Teori Motivasi David McClelland
    Menurut McClelland dalam Dalimunthe (2018), ada tiga kebutuhan dasar
    yang memotivasi manusia. Ketiga kebutuhan tersebut adalah:
    a. Kebutuhan akan kekuasaan (need for power atau n-pow). Manusia ingin
    mempunyai kekuasaan. Orang semacam ini biasanya menginginkan posisi
    kepemimpinan, lebih outspoken, agresip, menurut banyak, menyukai
    pembicaraan di depan publik.
    b. Kebutuhan akan afiliasi (need for affiliation atau n-aff). Manusia ingin
    berinteraksi dengan orang lain, mempunyai rasa cinta, dan ingin
    menghindari penolakan oleh kelompoknya. Orang semacam ini menyukai
    hubungan yang akrab, saling memahami, bersedia menolong orang lain,
    dan menyukai hubungan yang baik dengan orang lain.
    c. Kebutuhan akan prestasi (need for achievement atau n-ach). Manusia ingin
    berprestasi dan mempunyai keinginan kuat untuk sukses sekaligus
    kekhawatiran yang besar terhadap kegagalan. Orang tersebut
    menginginkan tangtangan, suka bekerja lebih lama, dan ingin menjalankan
    sendiri usahanya