Pemimpin jenis ini melakukan segala sesuatu berdasarkan paksaan atau
secara kekuasaan mutlak. Tegasnya pemimpin menentukan segala-galanya baik
mengenai aktivitas, kebijakan,keputusan, sedangkan orang yang dipimpinnya
hanya menerima instruksi, pemberitahuan, tugas serta perintah yang harus
dikerjakan, tanpa boleh membantah. Gaya kepemimpinan diktator sering juga
disebut otoriter, totaliter, dan tirani. Ciri-ciri kepemimpinan diktator adalah:
1) Tidak diperkenankan bertanya.
Diktator menetapkan hukum di dalam kelompoknya dan mengharapkan setiap
orang melakukannya tanpa mempertanyakan kewenangannya.
2) Pengetahuan adalah kekuatan.
Diktator dengan tepat mempercayai pengetahuan adalah salah satu kunci
kekuasaan.Karena alasan ini, diktator seringkali menyimpan sendiri
pengetahuan yang sangat penting dari suatu unit atau organisasi dan
menyebarkan bagian-bagian informasi hanya pada basis yang perlu diketahui.
3) Tidak boleh ada kesalahan.
Diktator selalu mengharapkan kualitas kerja yang paling tinggi. Kesalahan tidak
akan ditoleransi. Kesalahan biasanya berakhir dengan penghentian atau suatu
bentuk hukuman lain terhadap pribadi pelaku.
Kelemahan gaya kepemimpinan diktator :
1) Gaya kepemimpinan diktator dapat menyulitkan pemimpin maupun para
anggota tim. Diktator tidak biasa menciptakan lingkungan kerja yang kreatif dan
pasti. Diktator juga terbuka terhadap risiko yang sangat tinggi dibenci
olehunitnya.
2) Diktator juga tidak akan mengenyam manfaat kreativitas timnya.Jika seorang
pengawas tidak tahu apa-apa tentang status dan sasaransasaran tim, para anggota
tim tidak akan mampu memperlihatkan kemampuan terbaik mereka
