Menurut Nasution (2017), menjelaskan bahwa terdapat beberapa indikator yang
dapat menimbulkan stres yaitu sebagai berikut :

  1. Beban Kerja Berlebihan
    Ahmad et al., (2018), mengungkapkan bahwa beban kerja merupakan sebuah
    tanggungjawab pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk
    diselesaikan dalam jangka waktu yang disepakati. Setiap individu memiliki standar
    kemampuannya masing-masing dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal
    diperlukan waktu penyelsaian yang cukup. Karyawan dengan beban kerja berlebihan
    akan cenderung merasakan tekanan dan memicu terjadinya stress kerja sehingga
    karyawan sulit untuk fokus terhadap pekerjaannya.
  2. Tekanan atau Desakan Waktu
    Waktu kerja yang sesuai dengan beban yang diberikan akan lebih cenderung
    menghasilkan output yang maksimal. Sedangkan jika karyawan diberikan beban kerja
    yang tinggi dengan tuntutan waktu penyelesaian yang singkat maka tidak akan
    menghasilkan output yang maksimal dan akan menyebabkan stress yang diakibatkan
    dari tekanan tersebut.
  3. Konflik Kerja
    Ketidak cocokan antar individu maupun kelompok yang dirasakan pegawai
    karena adanya perbedaan tujuan, pendapat dan komunikasi yang kurang baik akan
    menciptakan sebuah pertentangan dalam organisasi. Ketika karyawan mengalami
    konflik dalam lingkungannya maka akan timbul rasa tertekan dan tidak nyaman
    sehingga timbul stress kerja yang dialami karyawan.
  4. Ketidakjelasan Peran
    Ketidakjelasan peran karyawan dalam melakukan sebuah pekerjaan mengenai
    tugas dan tanggungjawab yang harus dikerjakan akan membuat karyawan merasa
    kebingungan dan keraguan sehingga tidak maksimal mengerjakan pekerjaannya.
  5. Perbedaan Presepsi Antara Pegawai Dengan Pimpinan
    Sering kali keputusan seorang atasan yang diambil tidak secara musyawarah
    menyebabkan ketidaksesuaian harapan bawahannya