Menurut Nasution (2017), menjelaskan bahwa terdapat beberapa indikator yang
dapat menimbulkan stres yaitu sebagai berikut :
- Beban Kerja Berlebihan
Ahmad et al., (2018), mengungkapkan bahwa beban kerja merupakan sebuah
tanggungjawab pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan untuk
diselesaikan dalam jangka waktu yang disepakati. Setiap individu memiliki standar
kemampuannya masing-masing dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal
diperlukan waktu penyelsaian yang cukup. Karyawan dengan beban kerja berlebihan
akan cenderung merasakan tekanan dan memicu terjadinya stress kerja sehingga
karyawan sulit untuk fokus terhadap pekerjaannya. - Tekanan atau Desakan Waktu
Waktu kerja yang sesuai dengan beban yang diberikan akan lebih cenderung
menghasilkan output yang maksimal. Sedangkan jika karyawan diberikan beban kerja
yang tinggi dengan tuntutan waktu penyelesaian yang singkat maka tidak akan
menghasilkan output yang maksimal dan akan menyebabkan stress yang diakibatkan
dari tekanan tersebut. - Konflik Kerja
Ketidak cocokan antar individu maupun kelompok yang dirasakan pegawai
karena adanya perbedaan tujuan, pendapat dan komunikasi yang kurang baik akan
menciptakan sebuah pertentangan dalam organisasi. Ketika karyawan mengalami
konflik dalam lingkungannya maka akan timbul rasa tertekan dan tidak nyaman
sehingga timbul stress kerja yang dialami karyawan. - Ketidakjelasan Peran
Ketidakjelasan peran karyawan dalam melakukan sebuah pekerjaan mengenai
tugas dan tanggungjawab yang harus dikerjakan akan membuat karyawan merasa
kebingungan dan keraguan sehingga tidak maksimal mengerjakan pekerjaannya. - Perbedaan Presepsi Antara Pegawai Dengan Pimpinan
Sering kali keputusan seorang atasan yang diambil tidak secara musyawarah
menyebabkan ketidaksesuaian harapan bawahannya
