Menurut (Viswesvaran & Ones, 2000) dimensi kinerja
karyawan, antara lain:
- Effort adalah jumlah usaha yang diperlihatkan karyawan guna
melakukan pekerjaan dengan baik. - Job Knowladge adalah tingkat pengetahuan yang berkaitan
dengan pekerjaan dan ketrampilan yang dimiliki karyawan
untuk menyelesaikan pekerjaan. - Quality adalah sejauh mana karyawan dalam menyelesaikan
pekerjaan dengan baik. - Quantity adalah seberapa banyak hasil pekerjaan yang telah
dilakukan karyawan. - Compliance with rules adalah sebuah ketaatan karyawan dalam
menjalankan aturan yang ditentukan perusahaan. - Interpersonal Competence adalah kemampuan karyawan dalam
berinteraksi dan kemampuan dalam bekerja sama dengan teman
kerja.
Adapun dimensi kinerja karyawan menurut (Mathis & Jackson,
2006), antara lain: - Kuantitas merupakan jumlah pemenuhan pekerjaan yang
dihasilkan. - Kualitas merupakan elemen penting, karena kualitas yang
dihasilkan menjadi kekuatan dalam mempertahankan loyalitas
pelanggan. - Keandalan merupakan kemampuan untuk melaksanakan
pekerjaan yang ditentukan. - Kehadiran merupakan tingkat dimana karyawan hadir atau
masuk untuk bekerja. - Kemampuan bekerjasama merupakan sejauh mana karyawan
dapat saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan.
Sedangkan menurut (Edison, Anwar, & Khomariyah, 2016),
dimensi kinerja dibagi menjadi empat, yaitu: - Target merupakan indikator terhadap pemenuhan pekerjaan
yang dihasilkan. - Kualitas merupakan elemen penting, karena kualitas yang
dihasilkan menjadi kekuatan dalam mempertahankan loyalitas
pelanggan. - Ketepatan waktu merupakan di mana kegiatan tersebut dapat
diselesaikan, atau suatu hasil produksi dapat dicapai,
memaksimalkan waktu yang tersedia untuk kegiatan-kegiatan
lain. - Taat asas adalah suatu hal yang dilakukan dengan cara yang
benar, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan
