Pengertian Leader Member Exchange


Leader Member Exchange juga dikenal dengan teori
pertukaran pemimpin-anggota. Teori ini mulai
dikembangkan di tahun 1975 oleh Green dan Cashman.
Teori ini menyatakan bahwasannya pimpinan melakukan
klasifikasi anggotanya kedalam dua kelompok out group
dan in group. Anggota yang berada dalam in group
mempunyai hubungan dan sistem nilai yang serupa
ketika berkomunikasi dengan pimpinannya. Adapun
anggota yang berada dalam out group mempunyai
sedikit kemiripan dan intensitas interaksi dengan
pemimpinnya jarang.12 Teori leader member exchange
sebelumnya disebut dengan teori Vertical Dyad
Lingkage (VDL). Dikatakan demikian karena konsep
yang digunakan memiliki focus pada proses timbal balik
yang terjadi dalam dyad (dua bagian berupa kesatuan
yang saling berinteraksi). Teori tersebut meneliti
hubungan dengan arah ke bawah dan atas yang dibuat
pemimpin serta memiliki implikasi bagi keefektifan serta
kemajuan pemimpin dalam organsiasi. Istilah vertical
dyad menunjukkan hubungan pemimpin dan bawahan
saja. Dasar pemikiran teori Vertical Dyad Lingkage
(VDL) adalah bahwa pemimpin biasanya menetapkan
hubungan pertukaran istimewa dengan sejumlah
bawahan yang dipercayai dan berfungsi sebagai asisten.
Hubungan pertukaran yang dibangun dengan bawahan
lain selain yang dipercayainya akan berbeda secara
substansial.
Ketika model Vertical Dyad Lingkage (VDL)
berubah menjadi teori Leader Member Exchange

perlakuan dikotomis in group vs out group diletakkan
dalam suatu kontinum kualitas hubungan pertukara
mulai dari hubungan Leader Member Exchange

didalam kelompok dan luar kelompok.
menyatakan bahwasannya teori Leader Member
Exchange menyatakan mengadakan interaksi satu demi
satu dengan pengikutnya dalam grupnya. Pemimpin
menyampaikan peran anggotanya, anggota merasa
senang karena hubungan kekeluargaan dengan pemimpin
tinggi, dipercaya dan dihormati. Sebaliknya, anggota
yang berada di luar group pemimpin merasa kurang
senang karena hubungan sangat formal, dianggap kurang
kompeten, komitmen rendah dan kesetiaan rendah.16
Robert Lussier dalam Jaenuddin mengatakan
bahwasannya pertukaran pemimpin dan anggotanya
(Leader Member Exchange) adalah sebuah teori yang
menjelaskan bagaimana seorang pemimpin
mempengaruhi perilaku pengikutnya dengan caranya
sendiri dan menempatkan dirinya pemimpin seolah-olah
seperti bawahan, guna mendapatkan informasi secara
real time dari keadaan lapangan.17
Teori ini muncul berdasarkan pandangan
bahwasannya pemimpin tidak diperbolehkan
menyamakan semua pikiran, perasaan dan sikap
anggotanya. Setiap anggota memiliki cirikhasnya
sendiri. Setiap anggota dan pemimpin memiliki
kelebihan dan kelemahan masing-masingnya. Setiap
hubungan antara pemimpin dan anggotanya memiliki
perbedaan. Melalui pandangan ini akhirnya terdapat dua
group dalam anggotanya yaitu anggota dalam (in gorup)
dan anggota luar (out group). Bagi anggota yang
tergolong kedalam in group mendapatkan perhatian dan
kepercayaan yang besar dari pimpinannya serta
mendapatkan hak yang sepesial. Sedangkan anggota
yang tergolong kedalam out group memperoleh
penghargaan dan waktu yang sedikit dari pemimpinnya


berkualitas baik sampai hubungan Leader Member
Exchange berkualitas rendah.14 Hubungan Leader
Member Exchange berkualitas baik didasarkan pada rasa
saling percaya. Rasa hormat, dan bertanggung jawab.
Hubungan Leader Member Exchange berkualitas rendah
yaitu hubungan yang cenderung mekanis didasarkan
pada ketentuan kontrak kerja formal antara pemimpin
dan bawahannya. Dalam hubungan Leader Member
Exchange berkualitas tinggi, bawahan disukai pemimpin
dan menerima banyak sumber daya berharga, seperti
keuntungan materi: uang, hak istimewa tertentu serta
keungungan psikologis seperti kepercayaan. Pertukaran
pemimpin dan bawahan melampaui kontrak kerja
formal, manager menunjukkan pengaruh dan
dukungannya, memberi otonom dan tanggung jawab
yang lebih besar kepada bawahannya. Hubungan
berkualitas tinggi diharapkan memotivasi bawahan untuk
menginternalisasi tujuan kelompok dan pemimpin.
Hubungan Leader Member Exchange berkualitas rendah,
bawahan tidak disukai pemimpin dan menerima dan
menerima sumber daya lebih sedikit. Pertukaran
pemimpin dan bawahan hanya mematuhi persyaratan
kontrak kerja, pemimpin melakukan sedikit upaya untuk
mengembangkan atau mmeotivasi bawahan. Bawahan
hanya mematuhi tujuan pemimpin tanpa harus
menginternalisasikannya sebagai tujuan mereka sendiri.
Sari dkk mendefinisikan bahwasannya Leader
Member Exchange terdapat pertukaran klasik yang di
dalamnya ada pertukaran positif antara pemimpin dan
pengikut. Teori ini juga menjelaskan bahwasannya
aktivitas bertukar ini dilakukan leader dan follower.
Teori ini juga mendukung penciptaan para pemimpin